Akibat Aksi 22 Mei, Sarinah Berpotensi Rugi Rp 6 Miliar

Pendemo dan Polisi Terlibat Bentrok di depan kantor Bawaslu semalam

Jakarta, PONTAS.ID – Diakibatkan adanya aksi 22 Mei berujung ricuh disekitar kawasan pusat perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat berpotensi kehilangan omzet sampai Rp 6 miliar.

Hal ini lantaran berasal penutupan toko serta turunnya omzet saat toko dibuka.

Direktur Retail PT Sarinah (Persero) Lies Permana Lestari menjelaskan, Sarinah tak buka penuh pada Selasa (21/5/2019) karena aksi demo. Kemudian, pada Rabu dan Kamis ini tutup.

“Kami sudah memutuskan dari Selasa jam 3 sore dan Rabu full tutup. Dan hari ini masih full tutup kami masih wait and see, dari toko kerugian hanya penutupan saja, sehingga kita kehilangan omzet,” kata Lies di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Dia mengatakan, saat puasa seperti ini omzet Sarinah sedang tinggi-tingginya. Dia menyebut, untuk per harinya bisa mencapai Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar.

Dalam hitungannya, jika tutup 2,5 hari maka Sarinah kehilangan omzet Rp 2,1 miliar hingga Rp 3 miliar. Selanjutnya, jika dalam seminggu ke depan buka maka terjadi penurunan omzet 50-70%.

“Jadi potensi kerugian karena penutupan toko bisa sampai Rp 6 miliar, karena omzet toko saat peak season seperti ini puasa biasa mencapai Rp 700 juta- Rp 1 miliar per hari kali 3 hari, dan penurunan omzet 50-70% satu minggu ke depan Rp 500 juta kali 7 hari,” jelasnya.

“Itu belum termasuk opportunity lost bisnis yang lain,” ujarnya.

Meski begitu, hingga saat ini manajemen belum memutuskan waktu untuk kembali buka menunggu suasana kondusif.

“Hari ini masih tutup kalau besok kondusif bisa buka kembali, tapi kita belum putuskan karena melihat kondisi lebih lanjut,” terangnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

Previous articleAntisipasi Kericuhan, Pasar Blok A Tanah Abang Ditutup Sementara
Next articleKeputusan Impor Bawang Putih oleh Bulog akan Dibahas Kembali