Dalam Sepekan, Polres Asahan Gulung 2 Sindikat Narkoba Antar Provinsi

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu saat jumpa pers terkait keberhasilan Satres Narkoba mengungkap jaringan antar provinsi, di ruang aula Polres Asahan, Senin (13/5/2019)

Asahan, PONTAS.ID – Satuan Narkoba Polres Asahan dalam sepekan berhasil mengungkap peredaran narkoba di Kabupaten Asahan. Dalam pengungkapan kasus yang melibatkan jaringan antar provinsi ini, Polisi juga meringkus serta menyita barang bukti.

Hal ini disampaikan Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu dalam jumpa pers yang digelar di ruang aula Polres Asahan, Senin (13/5/2019).

“Dalam sepekan terakhir Satuan Narkoba Polres Asahan berhasil menggagalkan peredaran narkoba dari dua tempat yang berbeda di wilayah hukum Polres Asahan,” ujar Faisal.

Dijelaskan Faisal, pada Sabtu (11/5/2019), petugas dari Sat Narkoba berhasil meringkus seorang pria yang bernama ZS (34) warga Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan.

ZS dibekuk petugas di Desa Bedeng, Kecamatan Air Joman ketika hendak bertransaksi narkoba jenis pil ekstasi dan dari tangan tersangka petugas menyita 43 butir pil ekstasi.

“Sebelumnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat dan kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan dan meringkus tersangka,” ujar mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Dan keesokan harinya Minggu (12/5/2019) lanjut Faisal, Satres Narkoba kembali mendapatkan informasi dari masyarakat tentang akan adanya narkotika jenis sabu-sabu yang dibawa dari Provinsi Riau untuk diedarkan di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

“informasi yang diterima petugas langsung ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan, dan petugaspun berhasil meringkus dan melumpuhkan tersangka JM (28) dengan melumpuhkan tersangka karena berusaha melarikan diri saat diringkus di areal sebuah SPBU yang ada di Kecamatan Hesa Air Genting,” ujar Faisal.

Faisal juga menjelaskan bahwa tersangka JM (28) merupakan warga Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar, Kotamadya Tanjung Balai.

“Menurut pengakuan tersangka, dia diiming-imingi upah 15 juta dari seorang pria bernama KW Alias SM yang merupakan pemesan sabu-sabu tersebut,” beber Faisal.

Barang bukti yang disita dari tersangka sabu-sabu yang ditaruh dalam sebuah bungkusan dari kertas kado, dan juga 1 unit HP dan sebuah mobil Toyota Avanza yang digunakan tersangka.

Sementara itu pada hari yang sama yakni hari Minggu (12/5/2019), Satres Narkoba menerima informasi dari warga Jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, tentang ditemukannya sebuah tas yang mencurigakan di belakang rumah Matondang.

“Ternyata tas tersebut berisi 9 bungkus kertas dan dari masing-masing kertas berisi 10 plastik klip besar yang diduga beri narkotika jenis sabu-sabu, dan 3 bungkusan kertas yang di mana setiap bungkusnya berisi 1 plastik klip besar yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu, serta 1 bungkusan berisi timbangan elektrik,” ucap Faisal.

Faisal juga mengharapkan kerjasama masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba bersama-sama dengan aparat Kepolisia.

“Bila masyarakat mengetahui adanya peredaran narkoba, cepat informasikan kepada Kepolisian, mari bersama-sama kita selamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” tutup Faisal.

Penulis: Bayu Kurnia Jaya
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here