Kemenpar Terus Kembangkan Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba

Jakarta, PONTAS.ID – Destinasi super prioritas Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) terus dikembangkan dengan konsep pariwisata berkelanjutan, mempertimbangkan kelestariannya sebagai destinasi wisata alam.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Valerina Daniel mengatakan pihaknya menggencarkan sosialisasi Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 di Medan, Sumut.

“Saat ini Kemenpar berkomitmen untuk menerapkan pariwisata berkelanjutan di 4 Destinasi Super Prioritas, termasuk di Danau Toba, Sumatera Utara. Melalui sosialisasi ISTA 2019 diharapkan semakin banyak destinasi wisata yang mengimplementasikan pariwisata berkelanjutan,” kata Valerina, Kamis (9/5/2019).

Sebelumnya, destinasi ekowisata Tangkahan, Langkat, telah dinobatkan menjadi pemenang kategori Lingkungan pada ISTA 2018. Kedepan diharapkan lebih banyak lagi destinasi wisata di Sumut berpartisipasi dalam ISTA 2019, sebagai komitmen implementasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Sesuai Permenpar Nomor 14/2016 mengenai pedoman pembangunan destinasi wisata berkelanjutan, pariwisata berkelanjutan didefinisikan sebagai pariwisata yang memikirkan dampak masa kini dan masa depan.

Konsep itu juga mengutamakan aspek 3P + 1M yaitu People (Pemberdayaan Masyarakat), Planet (Kelestarian Lingkungan), Prosperity (Perekonomian Lokal), dan Management (Tata Kelola).

Ajang Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 merupakan pelaksanaan ketiga dengan jumlah peserta ISTA 2018 meningkat signifikan menjadi 176 peserta dibandingkan 96 peserta pada 2017. ISTA 2019 akan memperebutkan total hadiah satu miliar rupiah.

“Pariwisata berkelanjutan memastikan bahwa manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal. Untuk itulah kami berprinsip semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan. Karena kami yakin, jika masyarakat terlibat untuk melestarikan kegiatan kepariwisataan, maka akan meningkatkan kesejahteraan mereka”, jelas Valerina.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Objek Usaha Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Sumut, Mayke Ritonga menjelaskan bahwa saat ini Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Sumut mendukung sosialisasi ISTA 2019, dan akan mendorong Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten untuk mengikutsertakan destinasinya.

“Kedepan diharapkan sosialisasi tetap dijalankan demi mencapai pembangunan pariwisata berkelanjutan di Sumatera Utara,” ujar Mayke.

Salah satu destinasi ekowisata di kaki Gunung Leuser, yaitu Tangkahan Community Tourism Organization berhasil menjadi pemenang ISTA 2018 kategori lingkungan. Mereka dinilai berhasil mengubah pola pikir masyarakat setempat dari illegal logger (pembalak liar) menjadi ecolodger (pengelola destinasi ekowisata).

Pendampingan dari semua pihak baik Pemerintah maupun non-pemerintah menjadi faktor penentu keberhasilan penerapan pariwisata berkelanjutan. Beberapa aktivitas wisata yang dapat dilakukan oleh wisatawan antara lain memandikan hingga memberikan makanan gajah di pagi hari. Dilanjutkan dengan forest trekking dan river tubbing.

Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian

Previous articleJokowi akan Hapus Lembaga Tak Berkontribusi
Next articleAwali Safari Ramadhan, Pemkab Labuhanbatu Bagi-bagi Bantuan