
Jakarta, PONTAS.ID – Mulai Rabu, 1 Mei 2019, terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berubah menjadi terminal khusus bagi maskapai penerbangan berbiaya murah atau disebut dengan low-cost carrier (LCC) yang khusus melayani penerbangan internasional.
“Total nantinya terdapat terdapat 8 penerbangan berbiaya murah yang melayani rute internasional dari LCC Terminal 2F. Seiring dengan itu, kita lakukan relokasi operasional maskapai di Soekarno-Hatta,” Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhamad Awaluddin, seperti dikutip, Minggu (28/4/2019).
Adapun maskapai yang akan direlokasi ke Terminal 2F mulai 1 Mei 2019 adalah sebagaiberikut:
- AirAsia rute internasional yang saat ini masih berada di Terminal 2D;
- Cebu Pacific yang saat ini masih berada di Terminal ;
- Lion Air Group (Lion Air, Thai lion, Malindo) rute internasional yang saat ini masih berada di Terminal 2D;
- Jetstar Asia yang saat ini masih berada di Terminal 3 (mulai 15 Mei 2019);
- Sriwijaya Air yang saat ini masih berada di Terminal 2F pindah ke Terminal 2D;
- AirAsia rute domestik yang saat ini masih berada di Terminal 2F pindah ke Terminal 2D/E.
“Selain itu, Citilink dan Tiger Scoot juga nantinya menyusul akan pindah ke Terminal 2F kemudian,” terang Awaluddin.
Menurut Awaluddin, LCC Terminal 2F membuat Soekarno-Hatta bisa lebih memperluas konektivitas dan pangsa pasar khususnya di segmen penerbangan berbiaya murah.
“Segmen LCC tumbuh cukup pesat di seluruh dunia termasuk di Asia Tenggara, dan Soekarno-Hatta bersiap untuk meraih pasar itu,” ujar Muhammad Awaluddin.
Adapun penumpang LCC khusus rute internasional di Soekarno-Hatta pada 2018 mencapai sekitar 30 persen dari total penumpang rute internasional 15,5 juta orang.
Penumpang segmen LCC di Soekarno-Hatta juga masih tumbuh, di mana periode 1 Januari-24 April 2019 tercatat 1,34 juta orang atau naik hampir 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu pergerakan pesawat pada 1 Januari-24 April 2019 mencapai 9.604 pergerakan atau naik 5,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu
“Penerbangan murah menjadi tren di kalangan traveler khususnya mereka yang termasuk generasi milenial. Di Soekarno-Hatta sendiri, sekitar 60 persen penumpang pesawat adalah generasi milenial,” tambah Awaluddin.
Dijelaskan Awaluddin, LCC Terminal 2F didesain sesuai kebutuhan traveler yang mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan kemudahan.
Demi memenuhi kebutuhan itu, jumlah check-in desk di LCC Terminal 2F akan dikurangi dari 20 unit pada 2020 menjadi 10 unit pada 2022. “Di sisi lain, jumlah fasilitas self check-in ditambah menjadi 40 unit,” terang dia.
Seiring dengan itu, Fasilitas self bag drop ditambah dari 10 unit pada 2020, menjadi 20 unit pada 2022.
“Pelayanan fokus pada digitalisasi seperti web check-in, self check-in dan self bag drop. Ini kami sebut dengan technology implementation for value added services. Berbagai layanan berbasis teknologi juga selalu di-update.”
“Secara umum, LCC Terminal 2F didesain untuk mewujudkan proses keberangkatan yang cepat, pengalaman perjalanan yang menyenangkan, dan pelayanan bernilai tambah yang berbeda dari biasanya,” jelas Awaluddin.
Program aktivasi di terminal nantinya juga menjadi bagian penting pelayanan kepada traveler milenial.
Tidak hanya itu, maskapai LCC juga mendapat insentif landing rates jika membuka rute internasional baru ditambah dengan bebas biaya promosi di digital media dan sosial media milik Angkasa Pura II.
LCC Terminal 2F sendiri merupakan bagian dari revitalisasi menyeluruh di Terminal 2. “Saat ini Terminal 2 berkapasitas 9 juta penumpang per tahun, setelah revitalisasi usai pada 2022 maka kapasitas akan bertambah menjadi 24 juta penumpang per tahun,” pungkasnya.


























