Batal Ketemu Prabowo, Ini Pesan Luhut

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan buka suara perihal dirinya yang diutus calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo untuk bertemu dengan rivalnya, Prabowo Subianto, di tengah situasi politik yang memanas pasca-Pemilu Presiden 2019.

“Saya memang bicara per telepon dengan Pak Prabowo. Kami janjian makan siang jam 12 Hari Minggu lalu (21/4). Tadinya kami mau makan di satu restoran di mana kami suka makan bersama, tapi kami tidak nyaman karena ada banyak awak media. Kemudian kami setuju janjian makan di dekat hotel tempat Beliau berada pada jam 2 siang. Tapi saya lalu dikabari bahwa pertemuan ditunda ke jam 5 sore dan akhirnya saya mendapat berita melalui ajudannya ke ajudan saya bahwa Pak Probowo sedikit kurang sehat dan minta pertemuan untuk dijadwalkan ulang. Saya bilang tidak ada masalah. Itu hal yang biasa menurut saya” jelas luhut dalam keterangan resminya, Selasa (23/4/2019).

Luhut mengatakan, Suasana obrolan mereka via telepon juga baik-baik saja, bahkan gembira, ceria, dan tidak ada sama sekali beban. “Itulah yang saya bisa tangkap dari tone suara Prabowo yang saya kenal. Persis situasi kalau kami makan berdua,” ungkap Luhut.

Menurut Luhut, Sebagai teman, makan berdua adalah hal yang biasa dilakukan, tidak ada yang aneh dengan itu. “Dan terus terang saya sebenarnya hanya ingin mengingatkan saja mengenai partriotisme Pak Prabowo, idealismenya sebagai prajurit, dan kecintaannya pada tanah air ini. Tentu Beliau tidak akan mau tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai seorang yang tidak mempromosikan demokrasi dengan bagus, atau seorang yang tidak menghargai konstitusi” jelas Luhut.

Lanjut Luhut, Justru sebaliknya, Luhut ingin Prabowo menjadi bagian dari sejarah Indonesia, bahwa demokrasi dibangun juga dari leadershipnya.

“Karena Pak Probowo yang saya kenal adalah seorang yang sangat konsisten dan betul-betul rasional dalam berpikir, yang juga penuh dengan idealisme, penuh dengan jiwa patriot, penuh dengan keinginan berbuat yang terbaik untuk negeri ini. Saya tidak yakin bahwa Pak Prabowo akan merusak demokrasi kita. Beliau bukan tipe orang seperti itu” ungkapnya.

Justru kalau sudah bicara nasionalisme, lanjut Luhut, bicara menyangkut masalah kepentingan nasional, demokrasi di Indonesia, Beliau pasti berpikir dengan jernih mana yang terbaik untuk Republik. Saya kira itulah Prabowo yang saya kenal selama bertahun-tahun ini.

Pertemuan Ulang

Luhut Mengatakan, masih akan melihat jadwal masing-masing. “Saya kebetulan sejak kemarin masih sibuk, bahkan malam ini saya ditugaskan untuk pergi menghadiri suatu pertemuan internasional. Pak Prabowo juga sibuk. Nanti, besok atau kapan tidak sibuk, saya akan telepon kembali. Toh tidak ada yang dikejar-kejar juga. Kalau memang sudah waktunya ketemu, kami pasti akan ketemu. Kalau belum, ya belum” jelas Luhut.

“Kalaupun tidak ketemu, yang penting pesan saya sudah sampai kepada Beliau melalui media ini atau lainnya, mudah-mudahan dibaca,” jelasnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada para senior untuk tidak perlu memanas-manasi dengan memberikan informasi yang tidak jelas kepada Pak Prabowo. “Biarkanlah Beliau mendapat informasi yang berimbang sehingga bisa membuat keputusan dengan input data yang benar. Tidak elok kalau kita membohongi atasan dengan informasi yang salah. Jika atasan kemudian membuat keputusan yang salah, hal ini akan menjadi catatan yang tidak baik dalam perjalanan hidupnya. Apalagi dengan adanya digital track sekarang, sampai kapanpun catatan itu tidak akan bisa terhapus” Kata Luhut

Luhut mengatakan, Presiden Jokowi sejak kemarin sangat rileks memberikan pengarahan kepada para pembantunya mengenai APBN 2020 dan bagaimana pemerintah ingin fokus pada masalah pembangunan sumber daya manusia, serta bagaimana membuat harmonisasi peraturan perundang-undangan yang mempermudah investasi.

“Proses pencoblosan sudah selesai, sekarang kita tinggal menunggu saja hasil perhitungan dari KPU. Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin juga sangat paham mengenai urut-urutan mekanismenya dan menghormati ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pemimpin memang harus begitu” ungkapnya.

Apalagi, Lanjut luhut, KPU sendiri dilahirkan atas kesepakatan bersama antara pemerintah dengan legislatif berdasarkan konstitusi. “Maka mari kita hormati prosesnya, kita ikuti, dan kita hormati keputusannya,” tegas Luhut.

“Kepada masyarakat saya juga ingin menyampaikan bahwa situasi negara kita sekarang baik-baik saja. Jangan percaya kepada siapapun yang membuat seolah-olah kita sedang dalam kondisi darurat,”.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

Previous articleJelang Ramadhan, DMI Kabupaten Tangerang Gelar ToT
Next articleDirut PLN Sofyan Basyir Resmi Tersangka Suap PLTU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here