Jelang Konferprov, Toir Deklarasikan ‘Gerakan Restorasi PWI’

Tim Sukses Toto Irianto (Toir) Menuju Ketua PWI DKI Jakarta mendeklarasikan Gerakan Perubahan (Restorasi) PWI, di Jl. Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019)

Jakarta, PONTAS.ID – Sejumlah wartawan anggota PWI DKI Jakarta yang tergabung dalam “Tim Sukses Toto Irianto (Toir) Menuju Ketua PWI DKI Jakarta” mendeklarasikan Gerakan Perubahan (Restorasi) PWI, di Jl. Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

“Tujuannya untuk menjadikan organisasi sebagai kebanggaan anggota dan tumpuan publik. Sudah saatnya pengurus PWI DKI Jakarta direstorasi,” tegas pengurus Toir, Nauli Silitonga.

Menurut Nauli, rencana suksesi kepemimpinan di tubuh PWI DKI Jakarta untuk memilih Ketua PWI DKI Jakarta masa bakti 2019 2024 lewat Konferensi Provinsi (Konferprov) harus mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi.

“Proses konferprov yang disusun dan akan diselenggarakan pengurus PWI DKI Jakarta bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” beber Nauli.

Wartawan senior di Ibu Kota ini menambahkan, konferprov adalah amanat peraturan dasar peraturan rumah tangga (PDP/RT) organisasi antara lain tentang penyelenggaraan pemilihan kepengurusan untuk periode 5 tahun ke depan.

“Tetapi tahapan pelaksanaannya terindikasi hanya untuk memenangkan calon tertentu. Personildalam kepanitiaan didominasi oleh pendukung calon tertentu,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Nauli meyakini Konferprov yang akan datang tak lagi demokratis lantaran persoalan netralitas kepanitiaan Konferprov, “Tidak akan bisa netral. Harus dibatalkan dan dibuat kepanitiaan konferprov yang kredibel,” tegas Nauli.

Dibeberkan Nauli, panitia tidak pernah mengumumkan secara resmi rencana konferprov kepada seluruh anggota PWI DKI Jakarta yang memiliki hak suara. Namun, di sisi lain, sejumlah oknum panitia bergerilya menggalang dukungan guna memenangkan calon pengurus dari kelompok tertentu.

“Indikasi tersebut merusak tujuan organisasi. Padahal menjadi pengurus organisasi profesi itu adalah pengabdian. Berorentasi pada perwujudan nilai-nilai mulia atau hope (harapan), bukan sebagai job atau pekerjaan,” kata dia sengit.

Menurut Nauli, langkah Gerakan Perubahan atau Restorasi yaitu mengawal konferprov berlangsung sesuai dengan prinsip demokrasi. Menjamin kesamaan hak anggota untuk dipilih dan atau memilih sebagaimana tertuang dalam PD/PRT PWI.

“Kapan lagi kalau bukan sekarang kita merestorasi organisasi. Ini juga penting agar PWI DKI Jakarta ke depan kembali diminati banyak wartawan muda menjadi anggota,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DKI Jakarta, James Tobing saat diminta tanggapannya, mengaku prihatin dengan situasi di tubuh PWI DKI Jakarta menjelang Konferprov, “Kami sangat prihatin mencermati perkembangan agenda konferprov,” kata James.

Untuk itu, pihaknya, kata James, telah menyurati pengurus PWI DKI Jakarta pada Kamis, 11 April 2019 pekan lalu, sebagai penegasan sikap DKP agar kepanitiaan Konferprov dibatalkan.

“Kami minta dibatalkan. Dan surat tersebut juga kami tembuskan kepada Pengurus PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat. Dan hingga saat ini tidak mendapat respon. Sangat luar biasa, kami tidak akan diam,” katanya.

Penulis: Suwarto
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here