Peternak Terpuruk, Gopan dan Pinsar Inisiasi Perjuangan Melalui PRPM

Peresmian Perjuangan Peternak Rakyat dan Peternak Mandiri (PRPM) dengan tema "Memperbaiki Negeri, Ciptakan 1.000.0000 UMKM Perunggasan" di Gedung Juang Jakarta, Senin (8/4/2019).

Jakarta, PONTAS.ID – Kondisi Peternakan rakyat saat ini dinilai sangat memperihatinkan karena harga ayam hidup terus anjlok dalam tujuh bulan terakhir. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Indonesia dan Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN) meninisiasi pembentukan organisasi Peternak Rakyat dan Peternak Mandiri (PRPM) sebagai wadah perjuangan.

“Melalui PRPM ini kami ingin mengembangkan sumber daya unggas bagi kesejahteraan peternak dan masyarakat serta ingin adanya kepastian hukum dan berusaha budidaya unggas,” Ujar Sekjen Gopan Sugeng Wahyudi, pada peresmian Perjuangan Peternak Rakyat dan Peternak Mandiri (PRPM) dengan tema “Memperbaiki Negeri, Ciptakan 1.000.0000 UMKM Perunggasan” di Gedung Juang Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ia juga mengatakan melalui wadah PRPM dengan tema Ciptakan 1 juta UMKM Perunggasan ini sebagai motivasi, bukan hanya berjuang, tetapi dasarnya ada cita-cita khusus yakni kemajuan perunggasan di Tanah Air.

” PRPM ini didirikan oleh peternak dan dibiayai peternak untuk meperjuangkan peternakan. Kita Bercita-cita menjadi peternak mandiri yang cerdas sehingga terciptanya keadilan sosial bagi seluruh peternak indonesia,” tegas Sugeng.

Ia juga mengatakan ” kondisi Peternakan perunggasan saat ini jauh lebih buruk dari krisis moneter tahun 1998. Data yang dirilis oleh GOPAN harga DOC dan pakan selalu menyentuh angka minimal Rp.6.700 (harga DOC) dan Rp.7.400 (harga pakan) sementara harga ayam hidup terus anjlok diharga terendah Rp.11.500 (ayam ukuran 1.6 kg up).

” Kita berjuang agar usaha kita bukan hanya bisa bertahan tetapi dalam kondisi saat ini ketercukupan kebutuhan pangan barang dan jasa asal unggas secara mandiri dapat terpenuhi dan berdaya saing serta berkelanjutan,” ujar Sugeng.

Peresmian PRPM dihadiri berbagai peternak seluruh Indonesia dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH) I Ketut Diarmita beserta jajaranya.

I Ketut Diarmita pada kesempatan itu mengatakan pemerintah akan jalan berbarengan dalam menuntaskan persoalan Peternakan saat ini.

“Kedepan akan mengundang para pelaku sektor perunggasan untuk membahas permasalahan dan mencari jalan keluar. Terus terang saya tidak mau perunggasan kita judulnya itu-itu saja harga ayam hidup dan harga telur. Kita semua harus bersama-sama bila perlu saya yang pimpin perjuangan ini, baik dari organisasi semua untuk mencari jalan terbaik,” ungkapnya.

Ketut mengatakan, ini menjadi awal kemenangan karena perjuangan hari ini menentukan kemenangan hari esok .

“Sebagai bentuk pertangung jawaban saya sebagai Dirjen Peternakan seluruh Indonesia saya akan mendorong perunggasan terus berkembang,” ungkapnya di hadapan puluhan pelaku usaha unggas, I Ketut menegaskan tidak berpihak kemanapun selain memperjuangkan peternakan Indonesia yang lebih baik.

“Kita bersama menyelesaikan benang kusut masalah peternakan kita saat ini. Saya bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah peternakan. Dan saya tidak mau pensiun meninggalkan masalah dan kondisi peternakan yang tidak baik,’ ungkap Ketut

Ia juga mengatakan atas perintah Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa dirinya diwajibkan untuk meyenangkan dan mensejahterakan peternak.

“Peternak integrator dan peternak mandiri duduk bersama menyelesaikan masalah, Saya yakin kedepan peternakan kita akan lebih baik, dan kami Siap mendukung peternakan Indonesia yang lebih baik lagi, kalau tidak silahkan demo saya. ” tutur Ketut.

Keperpihakan Pemerintah
Pada peresmian PRPM ini sepakat meminta Pemerintah, agar harga ayam hidup disesuaikan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96/2018, selain itu pemerintah juga harus hadir dalam pengendalian harga pada momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, serta menjaga kestabilan dan ketersediaan distribusi pakan yang adil dan baik.

Peternak juga meminta Pemerintah agar melindungi PRPM secara hukum melalui Peraturan Presiden (Pepres), dan juga meminta pemerintah Revisi Undang-undang peternakan yang Pro kepada peternak rakyat.

Peternak  berharap Perusahaan Peternakan yang berpopulasi besar agar menjual ayamnya di pasar modern, restauran dan hotel untuk menyelamatkan peternak rakyat pada pasar tradisional.

Penulis: Hartono
Editor: Idul H M

Previous articleWali Kota Medan Raih Penghargaan dari BPOM
Next articleBMKG Prediksi Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Sore Hari