Utrecht, PONTAS.ID – Pihak KBRI Den Haag menegaskan tidak ada informasi menyebutkan WNI menjadi korban pascapenembakan di Kota Utrecht, Belanda.
“Hingga saat ini, menurut info aparat setempat, terdapat tiga meninggal dan beberapa terluka berat dan ringan; dan tidak terdapat informasi WNI yang menjadi korbannya,” ujar Fungsi Pensosbud KBRI Den Haag, Renata Siagian, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (19/3/2019).
KBRI mengimbau WNI yang tinggal di Belanda selalu waspada pascapenembakan. KBRI juga sudah berkoordinasi dengan aparat setempat.
“Upaya yang telah dilakukan KBRI Den Haag: 1. Mengeluarkan imbauan kepada WNI di Belanda melalui laman resmi KBRI Facebook, Instagram, dan Twitter agar berhati-hati dan tetap waspada dalam menanggapi insiden penembakan yang terjadi di Utrecht. 2. Berkoordinasi dengan aparat setempat untuk meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah yang banyak dikunjungi WNI. 3. Membuka saluran komunikasi bagi WNI melalui hotline 24 jam di nomor telepon +31 6 28860509,” jelas Renata.
Pelaku Ditangkap
Sementara itu pasca penembakan di Utrecht menewaskan tiga orang. Polisi akhirnya telah menangkap pelaku yang erindentifikasi berkewarganegaraan ganda Belanda-Turki.
“Tersangka utama telah ditangkap,” ujar Wali Kota Utrecht Jan van Zanen dalam sebuah pernyataan video di Twitter, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/3/2019).
Pelaku yang tertangkap bernama Gökmen Tanis (37). Tanis merupakan pria kelahiran Turki.
“Petugas Keamanan Belanda telah berhasil menangkap tersangka yaitu seorang pria kelahiran Turki bernama Gökmen Tanis (37), berkewarganegaraan ganda Belanda-Turki,” ujar Fungsi Pensosbud KBRI Den Haag, Renata Siagian, dalam kesempatan terpisah.
Kutuk Aksi Penembakan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengucapkan belasungkawa atas kejadian penembakan di Utrecht, Belanda. Ucapan belasungkawa itu disampaikan langsung Retno kepada Menlu Belanda Stef Blok.
“Baru saja berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Stef Blok dari Belanda dan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam atas penembakan yang terjadi di Utrecht sebelumnya hari ini,” cuit Retno melalui akun Twitter resminya, Senin (18/3/2019).
Retno mengatakan pemerintah Indonesia mengutuk keras kejadian penembakan tersebut. Ia juga yakin pelakunya akan segera tertangkap.
“Indonesia sekali lagi mengutuk tindakan kekerasan tersebut. Saya yakin pelaku akan segera ditangkap dan diadili,” ucap Retno.
Tak lupa Retno mengajak setiap umat manusia menyebarkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati satu sama lain. Hal itu agar terciptanya kedamaian antarumat manusia.
“Mari kita semua mempersatukan upaya kita untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, menghormati dan membawa kedamaian bagi umat manusia,” tutur Retno.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan terjadi di Kota Utrecht, Belanda. Sementara itu, sembilan orang mengalami luka-luka.
Dilansir ewn.co.za dari AFP, Senin (18/3/2019), polisi sudah turun tangan ke lokasi kejadian. Pelaku diduga berasal dari Turki–yang teridentifikasi bernama Gokman Tanis (37).
“Pada tahap ini, kami dapat mengkonfirmasi tiga orang tewas dan sembilan luka-luka, tiga di antaranya luka serius,” kata Wali Kota Utrecht Jan van Zanen dalam sebuah pernyataan video di Twitter.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Idul HM




























