Hasil Raker 2019, Mendag Targetkan Ekspor Nonmigas Tumbuh 7,5 persen

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,5 persen pada tahun 2019. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat penutupan Rapat Kerja (Raker) Kemendag 2019 di Hotel Shangri La Jakarta, Rabu (13/3/2019).

“Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,5 persen atau sebesar 175 miliar dolar AS. Target pertumbuhan ekspor ditetapkan dengan pertimbangan kondisi ekonomi global yang saat ini sedang melambat,” kata Enggar.

Pada kesempatan ini, Enggar pun kembali mengingatkan mandat Presiden Joko Widodo saat pembukaan raker. Yang pertama yaitu untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Pada tahun 2019, pemerintah menargetkan inflasi sebesar 3,5 persen dengan harga bahan kebutuhan pokok yang terkendali, terutama harga-harga bahan pokok di hari-hari besar nasional.

“Untuk itu, Kemendag membutuhkan kerja keras dan kerja sama yang kuat dari semua lapisan, Gubernur, Bupati, Walikota, Dinas dan Tim Pengelola pasar di seluruh pelosok tanah air,” ujarnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekspor, ada tiga hal penting yang dilakukan Kemendag yaitu mengembangkan sistem Informasi terpadu di Kemendag; simplifikasi peraturan dan prosedur ekspor dan impor; serta menyukseskan perjanjian perdagangan, misi dagang, dan trade expo.

Enggar juga mengingatkan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta Kemendag untuk terus berlari mengejar ketertinggalan, dan lebih cepat bergerak di era digital, agar mampu bersaing dengan negara-negara di dunia, khususnya dengan negara di kawasan ASEAN.

Untuk meningkatkan kinerja ekspor dan memperluas akses pasar, Kemendag akan terus menambah jumlah kerja sama perdagangan internasional. Pada tahun ini, Kemendag akan berupaya menyelesaikan perundingan dengan Iran, Uni Eropa, Mozambik, Turki, Tunisia, Bangladesh, dan Korea Selatan.

Selain itu, akan dilakukan penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership, ASEAN Economic Community, ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement, ASEAN-India Free Trade Agreement, serta peninjauan kembali Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement.

Terkait perwakilan perdagangan luar negeri, Kemendag akan melanjutkan momentum reposisi dan reorientasi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center agar memberikan hasil yang optimal.

Reposisi yang dilakukan dengan memperhatikan potensi peningkatan nilai ekspor di masa depan. Sedangkan reorientasi mengedepankan perubahan paradigma dan perilaku dari agen pemerintah yang birokratis menjadi intelijen pasar yang gesit dan responsif.

Sedangkan di sektor perdagangan dalam negeri, Kemendag akan mengoptimalkan peran ekonomi digital untuk meningkatkan daya saing digital Indonesia. Hal ini agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain, termasuk negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Untuk itu, harus ada regulasi dan tata kelola niaga elektronik yang membawa manfaat besar bagi pelaku usaha dan masyarakat, terutama dalam hal pengawasan barang dan perlindungan konsumen,” tutur Enggar.

Kemendag juga akan meningkatkan upaya pemasaran produk pasar rakyat agar dapat masuk ke ekosistem daring sehingga pasar rakyat memiliki platform niaga elektronik atau marketplace sendiri untuk bersaing di era digital.

Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan nilai tambah dengan memperhatikan citra dan kemasan produk, sehingga omzet penjualan para pedagang di pasar rakyat akan meningkat.

Selain itu, Kemendag juga akan melaksanakan mandat presiden, stabilisasi harga dan stok barang kebutuhan pokok serta pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat di seluruh nusantara.

Beberapa upaya yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir yaitu penguatan regulasi, penatalaksanaan, pemantauan dan pengawasan, serta upaya khusus telah menghasilkan stabilitas harga barang kebutuhan pokok yang terkendali.

“Kita harus memanfaatkan peran sarana perdagangan yang ada dalam mendukung distribusi perdagangan serta menciptakan perdagangan yang bernilai tambah dan berdaya saing, melalui pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat, optimalisasi gerai maritim, sarana metrologi legal, dan pemanfaatan sistem resi gudang,” imbuh Enggar.

Upaya lain untuk memperkuat daya saing produk Indonesia adalah meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Untuk itu, Kemendag mengangkat Bertrand Antolin dan Intan RJ sebagai duta Aku Cinta Indonesia (ACI), guna mempromosikan produk-produk dalam negeri.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here