ProgramTPST-3R Rubah Pola Pikir Masyarakat Tentang Sampah

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disamping membangun infrastruktur besar juga membangun infrastruktur dasar yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Salah satunya melalui program Padat Karya Tunai Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R (reduce, reuse, recycle).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, sebelum dibangun TPST-3R, masyarakat membuang sampah secara sembarangan.

“Namun, setelah adanya TPST-3R, masyarakat diajak merubah prilakunya menjadi membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan 3R terhadap sampah yang mereka hasilkan,” kata Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Basuki Hadimuljono, TPST-3R yang sudah dibangun yakni TPST 3R Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukit Kaba, Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan TPST 3R Surien, Provinsi Aceh.

TPS 3R SPN Bukit Kaba dibangun tahun 2018 yang terdiri dari bangunan tempat pengolahan sampah dan kantor, prasarana berupa mesin pencacah dan motor pengangkut sampah. Manfaatnya dapat melayani 360 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Selupu Rejang dan lingkungan SPN Bukit Kaba.

Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan adanya keberadaan TPS 3R SPN Bukit Kaba dapat menjawab persoalan persampahan di daerah yang padat penduduk dalam mengurangi sampah yang berasal dari sumbernya, sehingga mewujudkan lingkungan yang bersih, meningkatkan nilai kesehatan dan kenyamanan warga.

Selanjutnya, kata Basuki Hadimuljono, kehadiran TPST 3R Surien, Kecamatan Meuraxa, di Provinsi Aceh yang dibangun sejak tahun 2017 di lahan 300 m2 yang melayani sebanyak 400 kk, sehingga dapat memberikan manfaat pengelolaan bank sampah guna mengurangi dampak penumpukan sampah yang terjadi di lingkungan Kecamatan Meuraxa.

Adanya TPST 3R Surien ini sekaligus meningkatkan sumber penghidupan masyarakat sekitar Desa Surien dalam mengolah sampah organik dan anorganik sampai menjadi kompos hingga dibuat menjadi kerajinan tangan. TPST 3R Surien juga dilengkapi dengan fasilitas mesin pencacah plastik, dua unit becak motor pengangkut sampah, dan tiga unit mesin jahit.

Selain mengurangi kuantitas sampah yang ada di lingkungan tempat tinggal kelompok masyarakat, TPST 3R juga memberikan manfaat dalam pembelajaran pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui sumbernya dan penyerapan tenaga kerja. Pengelolaan TPST 3R nantinya juga dilakukan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).

Ketua KSM, Aldi Sejahtera Rio Franata, mengatakan, melalui TPST 3R yang dibangun oleh pemerintah bisa menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.

Masyarakat dapat melaksanakan inovasi dalam bidang persampahan salah satunya adalah metode pembuatan kompos dengan waktu singkat yaitu 10 hari.

“Seperti pembuatan batako dari limbah plastik dan metode kerja KSM yang terpadu dalam pengambilan sampah sehingga dapat dihitung dengan lebih mudah,” kata Aldi Sejahtera Rio Franata.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here