Bolos di Warnet, 14 Pelajar Tebingtinggi Terjaring Razia

Puluhan pelajar tingkat SMA dan SMP sederajat, terjaring razia dalam operasi kasih sayang saat sedang asyik bermain warnet, Senin (21/1/2019)

Tebingtinggi, PONTAS.ID – Puluhan pelajar tingkat SMA dan SMP sederajat, terjaring razia dalam operasi kasih sayang yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, saat sedang asyik bermain warnet, Senin (21/1/2019).

Operasi Kasih Sayang yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi untuk menertibkan para pelajar yang sering bolos pada saat jam pelajaran kelas.

Puluhan pelajar ini diamankan saat sedang asyik bermain warnet seperti di Jalan Cemara Kota Tebing Tinggi. Selain di warnet, Dinas Pendidikan juga berhasil mengamankan para pelajar pria saat sedang asyik bermain billiar di kawasan tersebut.

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Aswin Sembiring menjelaskan, razia ini dilaksanakan untuk memberikan rasa efek jera kepada pelajar yang bolos saat jam pelajaran sekolah.

“Hasilnya sebanyak 12 orang pelajar SMA dan SMK di Kota Tebing Tinggi terjaring. Selain itu, dua pelajar yang berasal dari siswa sekolah tingkat Tsanawiyah juga berhasil kita amankan,” terangnya.

Para pelajar yang terjaring langsung dibawah ke Disdik Kota Tebing Tinggi untuk dimintai keterangan. Agar para pelajar bisa pulang, pihak Dinas Pendidikan meminta para pelajar harus membawa atau melaporkan kepada orang tua maupun kepada pihak sekolah.

“Kita minta keterangan, setelah pihak keluarga datang dan membuat perjanjian untuk tidak akan mengulangi perbuatannya, kemudian para pelajar tersebut kita izinkan pulang,” jelasnya.

Selain itu, pihak Disdik juga melakukan pemeriksaan kepada tas sekolah diantaranya seperti telepon seluler yang ditakutkan berisi video porno. “Hasil pemeriksaan tidak ditemukan konten vidio porno di telepon seluler pelajar,” jelas Aswin.

Salah seorang siswi, N (15) mengatakan karena terlambat masuk sekolah, mereka memutuskan untuk bermain warnet hingga pulang sekolah. N juga menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi, “Menyesal Pak, saya tidak akan bolos sekolah lagi,” ujarnya.

Penulis: David Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleMedan jadi Kota Sampah, DPRD: Ubah Mindset!
Next articleKemendag Terus Berupaya Tingkatkan Kinerja Perdagangan Indonesia-AS