Nasdem Bandingkan Revitalisasi Taman Era Anies dengan Ahok

Jakarta, PONTAS.ID – Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta membandingkan rencana revitalisasi taman yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pimpinan Gubernur Anies Baswedan saat ini, dengan era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang lalu.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI, Bestari Barus mengaku heran dengan kebijakan di era Anies saat ini, yang berencana melakukan revitalisasi lima taman di ibu kota, dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2019.

Terlebih anggaran yang akan dipakai cukup besar, yakni mencapai 145 miliar rupiah. Padahal di jaman kepemimpinan Ahok dulu, Pemprov DKI menggandeng perusahaan yang ada untuk melakukan program corporate social responsibility (CSR) dengan membangun atau merevitalisasi taman-taman kota.

“Intinya itulah, menggandeng pengusaha menggelontorkan CSR untuk membangun Jakarta. APBD digunakan untuk alokasi yang lebih penting lagi. Itu kan yang dilakukan Ahok,” kata Bestari ketika dihubungi oleh wartawan dari Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Bestari mengatakan, revitalisasi taman memang diperlukan. Dana yang besar untuk membuat taman Jakarta ikonik, juga dibutuhkan. Namun katanya, Pemprov DKI bisa memanfaatkan pendanaan selain dari APBD.

APBD Jakarta yang terbatas, menurut Bestari, bisa lebih dialihkan ke sektor infrastruktur yang lebih dibutuhkan. Apalagi, salah satu taman yang akan direvitalisasi, Taman Honda di Tebet, juga dulunya dibangun bersama swasta.

“Kalau itu project percontohan, jangan APBD pendanaannya. Kalau lewat APBD ya enggak istimewa lah menurut saya. (APBD) sebaiknya ke infrastruktur, kita belum rapi, sungai kita masih sering banjir,” ujar Bestari.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan DKI, Susi Marsitawati mengungkapkan bahwa pihak Pemprov DKI akan melakukan revitalisasi terhadap 5 taman yang ada di ibu kota, sehingga nantinya bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik dari anak-anak hingga lansia.

Kelima taman yang akan direvitalisasi tersebut, yakni Taman Langsat di Kebayoran Baru, Taman Kota di Tebet, Taman Mataram di Kebayoran Baru, Taman Tugu Tani di Menteng, dan Taman Puring di Kebayoran Baru. Menurut Susi, taman-taman itu akan direvitalisasi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Konsepnya paling tidak memfasilitasi dari yang usia anak-anak sampai lansia. Anggaran kurang lebih untuk 5 taman 145 miliar rupiah ya. Mudah-mudahan sih bisa serentak pengadaannya,” kata Susi kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here