Bamsoet: Kalau Tidak Otentik, Pencitraan Cuma Bikin Capek

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengakui disrupsi dalam komunikasi politik membuat siapapun bisa membangun persepsinya di masyarakat. Namun, jika tidak otentik, mereka hanya capek karena terus berpura-pura.

“Orang Indonesia suka dengan yang natural. Presiden Jokowi kalau posting foto meresmikan proyek sedikit yang merespons. Kalau bersama keluarga atau sama anak-anaknya pasti banyak yang suka,” kata Bambang Soesatyo, Jumat (21/12/2018).

Pria akrab disapa Bamsoet juga mengalaminya. Setiap kali dia posting peresmian acara di akun Instagram miliknya, responsnya tidak terlalu banyak.

“Tapi begitu saya post soal motor, banyak yang suka,” kata Bamsoet yang memang dikenal sebagai penghobi motor gede tersebut.

Bamsoet mengakui dia tidak terlalu suka berpura-pura. Hobi motor gede dan mobil listrik tidak dia tutup-tutupi hanya agar terlihat sederhana di mata masyarakat.

“Saya sewajarnya saja. Justru dengan saya apa adanya, banyak masyarakat yang mengajak saya berkomunikasi. Dari situlah engagement positif saya tercipta,” katanya.

Di era disrupsi, Bamsoet mengakui pola komunikasi politikus sudah banyak berubah. Saat ini bahkan peran konsultan politik dalam mengelola percakapan di media sosial tidak terlalu sentral. Sebab, politikus sejatinya bisa mengelolanya sendiri.

“Misalnya seperti yang saya lakukan. Saya melihat apa selera dan kebiasaan orang-orang yang menyukai post saya. Dari situ saya bisa membuat kesimpulan-kesimpulan sendiri,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

Modal engagement positif menjadi modal bagi Bamsoet untuk mengelola komunikasi dengan masyarakat yang banyak mengeluhkan kinerja DPR.
“Ada tiga isu yang saya hadapi di dewan. Korupsi, hanya sedikit RUU yang disahkan, sama anggota DPR yang malas,” katanya.

Untuk wakil rakyat yang kerap membolos, kata Bamsoet, tidak semuanya mangkir dari tugas. “Biasanya mereka sedang ke turun ke konsituennya. Bertemu masyarakat untuk menyerap aspirasi. Itu bukan membolos tapi juga bagian dari tugas mereka seperti diatur undang-undang,” katanya.

Editor: Luki Herdian

Previous articleJangan Banyak Nganggur, Fahri Harap DPD Diberi Kewenangan Legislatif
Next articleDemokrat Hormati TGB Pindah ke Golkar