Jakarta, PONTAS.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan partainya tidak akan pernah mentolerir apalagi mendukung praktik poligami.
Ketua Umum PSI Grace Natalie dengan tegas melarang seluruh kader, pengurus dan calon anggota legislatif yang berasal dari PSI untuk menolak praktik poligami.
“PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan caleg dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami,” kata Grace, Rabu (12/12/2018).
Grace menyampaikan, berdasarkan riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, yang mengakibatkan perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan.
PSI menurutnya percaya memperjuangkan keadilan dan penghapusan diskriminasi harus dimulai dari keluarga dan rumah. Maka, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya menentang praktik poligami.
Kedepannya, PSI akan memperjuangkan pemberlakuan larangan poligami bagi pejabat publik di Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara.
“Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-undang No.1 Tahun 1974, yang memperbolehkan poligami,” tutur Grace.
Grace melanjutkan, dengan perjuangan itu PSI tidak ingin negara secara tidak langsung melanggengkan ketidakadilan terhadap perempuan.
“Apakah kalian akan rela jika ibu kalian diduakan? Apakah Bro and Sis rela jika kakak atau adik Bro and Sis dimadu? Apakah Bro and Sis rela jika anak Bro and Sis menjadi istri kedua atau ketiga? Tidak, kita pasti tidak rela,” tutupnya.
Editor: Luki Herdian


























