Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengungkapkan bahwa penerapan Sustainable Tourism for Development (STDev) atau pembangunan pariwisata berkelanjutan, terbukti memberikan dampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa wisata.
Hal itu, katanya sekaligus membuktikan pada prinsip pariwisata ‘Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan’ yang mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata (Permenpar) Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang biasa dipopulerkan sebagai 3P (People, Planet, and Prosperity).
Arief menyebutkan salah satu contoh desa wisata yang menerapkan ST Dev adalah Desa Wisata Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali yang dikenal sebagai desa terbersih dunia dan tahun lalu mendapat Green-Gold Award ISTA 2017 untuk kategori Sosial-Budaya.
“Desa Panglipuran di Bali berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa tersebut hingga 158 persen dan pendapatan desa melonjak hingga 240 persen. Tahun 2017 wisatawan yang berkunjung ke Panglipuran sebanyak 183.000 orang dan PAD desa meningkat menjadi 5,7 miliar rupiah,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Senin (3/12/2018).
Dia menambahkan, bahwa Program STDev mencakup tiga hal utama, yakni Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), dan Sustainable Tourism Certification (STC).
Untuk program STD, Kemenpar katanya telah bekerjasama dengan 20 kabupaten/kota di seluruh Tanah Air. Mereka yakni Kota Sabang, Kota Medan, Pesisir Selatan, Kota Palembang, Bintan, Kota Pontianak, Belitung, Kota Palangkaraya, Pangandaran, Sleman, Magelang, Probolinggo, Berau, Hulu Sungai Selatan, Wakatobi, Lombok Barat, Kota Ternate, Morotai, Raja Ampat, dan Biak Numfor.
Sementara itu dalam program STO, Kemenpar menggandeng 5 universitas, yaitu UGM, ITB, Udayana, Unram, dan USU yang ditunjuk sebagai Monitoring Centre for Sustainable Tourism Observatory (MCSTO).
Masing-masing universitas memonitor observatorium, seperti STO Sleman dimonitor oleh UGM, Pangandaran oleh ITB, Sanur oleh Udayana, Lombok oleh Unram, dan Toba oleh USU.
Editor: Risman Septian




























