PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo, Arsul: Mereka Sudah Bubar!

Prabowo-Sandiaga Menerima Deklarasi Dukungan PPP Muktamar Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Sekjen PPP Arsul Sani menyebut jika dukungan diberikan PPP Muktamar Jakarta dikomandoi oleh Ketum Humprey R Djemat kepada Prabowo-Sandi adalah cek kosong.

Pasalnya, Arsul menyatakan bahwa PPP Muktamar Jakarta itu sudah bubar setelah Ketua Umumnya Djan Faridz menyatakan mundur. Yang ada hanya PPP di bawah Ketua Umum Romahurmuziy yang sah secara hukum.

“Ketua Umumnya yakni Djan Faridz sudah mundur, yang dulu mengklaim sebagai Sekjen Dimyati Natakusumah sudah jadi caleg DPR RI dari PKS di dapil Banten, Wakil Ketua Umumnya Epiyardi Asda sudah jadi caleg DPR RI dari PAN untuk dapil Jakarta,” kata Arsul saat dihubungi, Kamis (29/11/2018).

Ia menegaskan, PPP diakui adalah versi Ketua Umum Romahurmuziy. Oleh sebab itu, menurut dia, PPP kubu Muktamar Jakarta tidak memiliki dasar hukum untuk mengadakan kegiatan atas nama DPP PPP. Untuk itu, kata Anggota Komisi III DPR RI ini bahwa pihaknya akan membawa permasalahan ini keranah hukum.

“Kami akan mengambil tindakan hukum secara pidana, bukan karena mereka dukung PAS, tapi karena mereka memalsukan kop surat, stempel dan menyebar kebohongan dengan mengaku sebagai DPP PPP,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Deklarasi dukungan PPP muktamar Jakarta dihadiri langsung oleh 34 Ketua DPW dan jajaran pengurus DPP PPP muktamar Jakarta dipimpin oleh Ketum PPP Humphrey Djemat.

Humphrey mengatakan, dukungan yang diberikan kepada Prabowo-Sandi merupakan hasil keputusan Mukernas III PPP di Jakarta, 15-16 November 2018.

“Hasil Mukernas PPP, sebagaimana kita lihat dinamika di masyarakat dan aspirasi yang ada, baik dari alim ulama, habaib, kiai dan ustad dan umat, maka tidak lain pilihan capres adalah nomor urut 02, yaitu bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno,” kata Humphrey.

Humphrey mengatakan, dukungan kepada Prabowo-Sandi merupakan jati diri PPP yang sejak awal didirikan dan dibesarkan para ulama. Humphrey melihat ada kesamaan visi antara PPP dan Prabowo-Sandi dalam memajukan bangsa dan mensejahterakan umat.

“Kita tulus ingin melihat ada kesejahteraan bagi umat. Dan setelah Mukernas, dukugan PPP kepada Prabowo-Sandi ini sangat kuat. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh umat untuk bersama PPP mendukug Prabowo yang insha Allah menjadi presiden 2019,” kata Humphrey.

Diketahui, PPP mulai retak sejak empat tahun lalu ketika Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Umum PPP saat itu, Suryadharma Ali, sebagai tersangka korupsi penyelanggaraan ibadah haji.

Pengurus pusat yang diinisiasi Sekretaris Jenderal Romahurmuziy alias Rommy memecat Suryadharma. Sebaliknya, Suryadharma ganti memecat Rommy.

Kubu Rommy menggelar muktamar di Surabaya dan memilih dia sebagai ketua umum. Adapun kubu Suryadharma menggelar muktamar di Jakarta dengan memilih Djan Faridz sebagai ketua umum. Meski telah menempuh jalur hukum, dua kubu mengklaim sebagai pengurus yang sah.

Editor: Luki Herdian

Previous articleSoal Reuni 212, Sandiaga: Tak Ada Muatan Politis
Next articleFahri: Destruksi Teknologi Transportasi Online Harus Ada Antisipasi Lanjutan