Petani Kecil Nandur Bareng, AB2TI: Wujudkan Kemandirian Petani

Poster acara Gerakan Nandur Bareng benih karya petani kecil (dok. ab2ti)

Jakarta, PONTAS.ID – Petani kecil dari berbagai  daerah akan berkumpul di Indramayu untuk melaksanakan acara “Gerakan Nandur Bareng”, pada Minggu (2/12/2018) mendatang. Acara ini merupakan menanam benih padi karya petani sendiri.

“Acara merupakan hasil kerja bareng Asosiasi Bank Benih & Tekhnologi Tani Indonesia (AB2TI) dan BUMDes Desa Kalensari, Indramayu, dan merupakan amanat dan bentuk pelaksanaan dari Undang Undang No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanam,” ujar Ketua AB2TI Prof. Dr. Dwi Andreas Santosa,kepada PONTAS.id, Rabu (27/11/2018).

Dwi Andreas yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengatakan, melalui gerakan ini, para petani akan menanam benih padi karya mereka sendiri, sebagai wujud kemandirian petani, salah satunya dalam penyediaan benih.

Ia melanjutkan, Gerakan Nandur Bareng ini juga menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk mengangkat harkat martabat masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani dimana benih unggul adalah bagian terpenting dari budidaya pertanian agar hasil yang diperoleh petani bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Gerakan ini juga merupakan bentuk untuk mengumpulkan dan mewadahi benih padi unggul hasil karya petani kecil pemulia padi dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Gerakan Besar Dunia Pertanian

Kuwu (sebutan yang lazim digunakan untuk Kepala Desa sebagian wilayah Jawa Barat) Desa Kalensari H. Masroni, selaku pengurus AB2TI, mengatakan gerakan tanam padi bersama ini merupakan gerakan besar di dunia pertanian Indonesia karena akan ditanam sekitar 250 jenis padi hasil pemulian petani yang akan ditanam di lahan seluas 9 hektare.

“Prof. Andreas dan Prof. Syukur (Muhammad Syukur-red) juga akan ‘turun gurung’ untuk mengawal penanaman benih-benih padi tersebut dengan memberikan tata cara budidaya, penanganan hama penyakit dan juga akan menyeleksi kembali padi-padi unggul tersebut,” ujar Masroni.

Gerakan Nandur Bareng diagendakan dengan acara Tanam Raya, dan Panen Raya dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan benih-benih yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk itu bagi para petani yang memiliki benih padi karya sendiri maupun karya orang lain hasil pemuliaan, dipersilakan ikut berpartisipasi dalam “Gerakan Nandur Bareng” di Desa Kalensari Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu.

Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut: Pertama, peserta adalah petani yang memiliki karya benih. Kedua, petani mengirimkan benih Karya Petani sebanyak 2-5 kg ke BUMDes “Berkah Mandiri” Desa Kalensari Rt/Rw. 01/01, Kec. Widasari, Kab. Indramayu 45271, HP: 081802569228 (bagi anggota AB2TI ongkos kirim akan di ganti ).

Ketiga, benih akan ditanam dalam satu luas hamparan, setiap jenis benih disediakan luas lahan 100 bata (setara 1400 meter persegi). Keempat, padi ditanam menggunakan metode budidaya konvensional dan ramah lingkungan. Kelima, hasil akhir deskripsi benih padi Karya Petani akan dinilai dan dideskripsikan oleh para petani pemulia padi se Indonesia yang tergabung dalam AB2TI bekerjasama dengan BUMDes Kalensari.

Batas akhir pengiriman benih Karya Petani sampai tanggal 2 Desember 2018. Sementara, Panen Raya hasil Gerakan Nandur Bareng akan dilaksanakan bulan April 2019 lewat acara Festival Benih Padi Karya Petani Kecil. Info lebih lanjut bisa melalui panitia, Zaenal Mutaqien: 081802569228 (Zaenal), dan Tarsono (Tatang): 087828841444.

Editor: Idul HM

Previous articlePSI Usulkan Reses Anggota DPR Diatur UU
Next articleArief Yahya Paparkan Strategi Kemenpar Hadapi Era Digital