Kondisi Ekonomi Saat Ini Untungkan Jokowi-Ma’ruf

Jakarta, PONTAS.ID – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menyebut bahwa kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai baik pada saat ini, menguntungkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf).

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan pada tanggal 10-19 November 2018, pihaknya menemukan setidaknya ada tujuh faktor terkait kondisi ekonomi yang menguntungkan Jokowi sebagai capres petahana.

“Pertama, mayoritas publik menilai kondisi ekonomi saat ini baik. Sebesar 70,3 persen pemilih menyatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang dan baik. Dan hanya minoritas yaitu 24,7 persen yang menilai kondisi ekonomi buruk,” kata Ardian dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018).

Dia lantas menegaskan, bahwa persepsi baik atau buruknya kondisi ekonomi negara pada saat ini, sangat penting bagi seorang petahana yang akan maju kembali di periode kedua. Lalu faktor yang kedua, yakni tingginya optimisme publik bahwa kondisi ekonomi akan lebih baik.

“Survei kami menunjukan bahwa sebesar 37,8 persen pemilih menyatakan bahwa mereka optimis ekonomi Indonesia akan lebih baik, sebesar 31,3 persen menyatakan bahwa kondisi Indonesia akan sama saja, dan hanya sebesar 18,5 persen yang menilai kondisi ekonomi akan makin buruk,” ujarnya.

Kemudian faktor yang ketiga, yakni mayoritas publik menyatakan puas dengan kinerja pemerintah di bidang ekonomi. Dimana sebesar 56,8 persen menyatakan bahwa mereka puas dengan kinerja presiden dan kabinetnya dalam bidang ekonomi. Dan hanya 35,6 persen yang menyatakan bahwa mereka tidak puas dengan performa pemerintah di bidang ekonomi.

“Keempat, mayoritas publik optimis ekonomi rumah tangga mereka akan lebih baik. Sebesar 58,7 persen menyatakan yakin kondisi ekonomi rumah tangga mereka akan lebih baik. Hanya sebesar 15,5 persen pemilih yang menilai tidak ada perubahan. Dan hanya 5,9 persen yang pesimis,” tutur dia.

Kelima, lanjut Ardian, ada 6 program unggulan Jokowi yang populer dan disukai mayoritas pemilih, yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beras Sejahtera (rastra), Program Keluarga Harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dan pembagian sertifikat tanah.

“Program-program ini rata-rata dikenal diatas 50 persen pemilih. Dan rata-rata disukai diatas 90 persen dari mereka yang mengetahui program tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya faktor yang keenam, yakni Jokowi-Ma’ruf mempunyai pemilih loyal di segmen agama minoritas. Ada sebagian pemilih dari segmen agama minoritas yang menilai ekonomi buruk. Meski mereka menilai ekonomi buruk, namun pilihan capresnya tetap Jokowi-Ma’ruf.

“Artinya segmen pemilih ini adalah pemilih loyal yang tidak terpengaruh oleh naik turunnya kondisi ekonomi Indonesia,” ucap Ardian.

Dan yang terakhir atau faktor ketujuh, Jokowi-Ma’ruf katanya punya pemilih loyal di wilayah tertentu. Di segmen pemilih yang tinggal di Indonesia Timur terutama Maluku dan Papua, yang menilai ekonomi buruk, namun mereka tetap mendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Artinya dukungan terhadap Capres tidak bergantung pada naik turunnya kondisi ekonomi,” tukas Ardian.

Editor: Risman Septian

Previous articleNasdem Nilai PKS dan Gerindra Tidak Dewasa Soal Wagub DKI
Next articleJelang Expo 2020 Dubai, Indonesia Hadiri Pertemuan Persiapan