Menpar Arief Resmikan Kantor VITO di Singapura

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meresmikan kantor Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Singapura. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, kantor VITO di Singapura ini fokus pada program hot deals dan kerjasama airlines sebagai program andalan Kemenpar.

“Kantor ini merupakan kantor resmi yang pertama kali di dunia. Kantor ini sebagai tempat bekerjanya VITO yang merupakan perwakilan Kemenpar. Program utama VITO yang harus dijalankan adalah hot deals dan kerjasama airlines,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Jumat (16/11/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat nomor 9 di dunia, di Asia nomor 3, dan ASEAN nomor 1. Sementara itu media Inggris The Telegraph mencatat Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat.

“Bahkan mereka menilai pertumbuhan pariwisata Indonesia empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan regional dan global. Data memang membuktikan klaim tersebut,” ujar Arief.

Sementara itu Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, VITO Singapura akan terus bekerja menyasar wisman Singapura. Secara wilayah, lanjutnya, Singapura dekat dengan Indonesia, seperti Kepulauan Riau (Kepri) yang memiliki Great Batam. Hal ini akan memudahkan VITO untuk berkoordinasi.

“Posisi Kepri sangat strategis untuk menjaring wisatawan Singapura karena salah satu faktor yang penting dalam pariwisata adalah proximity atau kedekatan, baik jarak maupun budaya sehingga Singapura menjadi target market yang ideal,” tutur Ni Wayan.

“Bukan hanya orang-orang Singapura yang bisa dijaring, ekspatriat yang bekerja di sana juga masuk dalam target, baik dari China, India, maupun negara lain di dunia. Ini merupakan alasan pentingnya Kepri untuk menjaring wisatawan asal Singapura,” tambah dia.

Hal senada juga disampaikan Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I, Hariyanto, yang mengatakan bahwa pasar Singapura sangat menarik bagi Indonesia karena estimasi jumlah orang asing yang masuk via bandara Singapura selama 12 bulan terakhir mencapai 12 juta pax dengan rincian 32 persen dari negara ASEAN, 22 persen China-Hong Kong, 17 persen Asia-Pasifik, 14 persen Asia Tengah, MEA, Afrika dan sisanya dari Eropa dan Australia.

“Sementara wisman ke Indonesia yang transit di bandara Singapura jumlahnya tidak sampai 700 ribu. Artinya, peluang kita untuk menggaet wisman yang jumlahnya sekitar 11 juta lebih itu masih terbuka luas,” tambah Hariyanto.

Asisten Deputi Pemasaran I Regional I Masruroh menambahkan, transportation hub merupakan bagian dari tourism hub sehingga orang yang datang di Singapura bisa dialirkan ke Indonesia.

“Agar Singapura menjadi tourism hub yang kuat, maka kita harus memperkuat VITO Singapura sebagai marketing intelligence dan marketing channel kita yang secara rutin bekerja sama dengan travel agent di Singapura. Selanjutnya kita akan memperkuat VITO Kuala Lumpur dan Bangkok,” ucap Masruroh.

Untuk diketahui, Kantor VITO Singapura terletak di One Fullerton, berada di pusat bisnis Singapura tepatnya persis di depan Taman Merlion. Taman tersebut berada di Tengara Singapura dan menjadi objek wisata utama dan dekat Central Business District. VITO Singapura saat ini dijabat oleh Sulaiman Sehdek.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here