Sebar Hoaks Penculikan Anak, Polisi Amankan 11 Orang

Jakarta, PONTAS.ID – Polisi telah mengamankan 11 terduga penyebar berita hoaks penculikan anak melalui media sosial (medsos). Kesebelasnya telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni D (41), EW (31), RA (33), JHS (31), DNL (20), N (23), O (30), TK (34), Nur (22), Us (28) dan VGC

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Dari hasil penyidikan sementara, motif para tersangka adalah agar masyarakat lebih waspada, “Awalnya hanya iseng-iseng untuk mengingatkan teman, saudaranya,” kata Setyo.

Ditegaskan Setyo, penyidik meyakini tindakan para pelaku tidak terkait politik, “Ini murni untuk menimbulkan keresahan di masyarakat tentang penculikan anak,” katanya.

Setyo juga mengingatkan masyarakat agar tidak meneruskan atau menyebarluaskan informasi palsu yang diterima baik media sosial maupun aplikasi percakapan (chat).

Pasalnya, bukan hanya pembuat informasi saja yang akan dikenai pidana, namun juga penyebar informasi bisa dijerat pidana.

“Dalam Undang-undang, dikatakan siapa yang membuat, menyebarluaskan berita bohong. Ini pembelajaran buat yang lain. Gunakan media sosial secara bijak. Saring dulu baru sharing (berbagi),” kata Setyo.

Sementara itu, terkait kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP, polisi kata Setyo telah menangkap dua orang terduga penyebar hoaks, yakni, An (30) dan Su (33).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 51 Jo Pasal 35 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana

“Dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp12 miliar,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here