Gali Potensi Komunitas Pangan, DPR Kunjungi Kepulauan Riau

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka memantau dan menggali potensi program mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan sesuai amanat nawacita. Serta, mencakup pangan strategis padi, jagung, kedelai, daging, gula, bawang dan cabai.

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Kepulauan Riau dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan dengan anggota Sudin yang beranggotakan Robert Joppy Kardinal SAB, Agustina Wilujeng Pramestuti. Serta, H Oo Sutisna, AA Bagus Adhi Mahendra Putra, HM Salim Fakhry, dengan didampingi Dirjen Hortikultura mengunjungi kawasan cabai di Kelompok Tani Maju Mandiri Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam.

Kunjungan Kerja ini merupakan bentuk kepedulian wakil rakyat untuk meninjau progres pengembangan komoditas ini. Komisi IV DPR RI juga membagikan bantuan benih cabai kepada kelompok tani setempat.

“Cabai ini komoditas strategis. Agar produksi cabai di Batam ditingkatkan, sehingga petani sejahtera. Tidak hanya budidayanya, tapi juga agar ditingkatkan menjadi cabai olahan, dikemas saset atau botol,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan dalam keterangan tertulis, Jumat (2/11/2018).

Selanjutnya, Daniel mengatakan reformasi Agraria khususnya di Kepri perlu dilakukan, supaya buruh tani dan petani memiliki lahan sendiri. Para petani agar mengembangkan industri pengolahan sehingga ada nilai tambahnya.

Sementara itu, Sudin anggota Komisi IV DPR RI mengatakan agar Dinas Pertanian lebih aktif di lapangan, penyuluh aktif membina petani, agar petani berproduksi dan sukses.

“Saya mendukung Pemerintah sudah mengembangkan hortikultura, dan saya juga apresiasi ke Pak Mentan kini ekspornya semakin meningkat,” ungkapnya.

Kunjungan Kerja dewan di Kelompok Tani Maju Mandiri di Citokok, Batam yang merupakan salah satu dari tujuh kelompok tani penerima bantuan kawasan cabai 25 hektare dari Direktorat Jenderal Hortikultura. Dan dibina Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementan dalam bentuk demplot Sekolah Lapang.

Komisi IV DPR RI juga mengunjungi lokasi perubahan fungsi kawasan hutan dalam rt/rw di Batuaji Barelang, kunjungan ke Balai Budidaya Laut, juga ke Gudang Bulog Batu Merah, di Batam.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengatakan program pengembangan cabai di wilayah Kepri termasuk Batam ini dimaksudkan agar kebutuhan konsumsi sayuran khususnya cabai dapat dipenuhi dari petani sekitar.

“Pengembangan cabai 25 hektare dan tahun depan ditambah lagi 15 hektar. Ini agar dipupuk dan dirawat sehingga produktivitas tinggi,” tuturnya.

Ketua Gapoktan Maju Mandiri Desa Sitokok, Thomas mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan bantuan alat dan sarana angkut. Hal tersebut dikarenakan, di tempatnya sarana yang dimiliki petani sangat terbatas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Riau, Muh. Izhar menyatakan pengembangan cabai akan terus ditingkatkan untuk pemenuhan kebutuhan Kepri dan membidik ekspor Singapura.

Untuk diketahui, produksi cabai di Provinsi Kepulauan Riau 2017 sebesar 3.005 ton, masing-masing produksi cabai besar 1.944 ton dan cabai rawit 1.061 ton. Harga cabai merah keriting di tingkat petani saat ini berkisar Rp 27.000 – 35.000 per kg.

Dari data Susenas 2017, produksi cabai nasional tahun 2017 sebesar 2,36 juta ton, terdiri dari cabai besar 1,20 juta ton dan cabai rawit 1,16 juta ton. Kebutuhan konsumsi nasional 2018 cabai besar 1,14 juta ton dan cabai rawit 0,86 juta ton.

Perkiraan produksi 2018 naik lebih tinggi dan surplus meningkat, sejak 2016 sudah tidak impor cabai segar. Sepanjang tahun 2017 – 2018 harga cabai stabil bahkan saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here