Produksi Melimpah, Harga Garam Rp500 Per Kilogram

Jakarta, PONTAS.ID – Petambak garam di Kabupaten Cirebon sudah mulai memanen garam sejak Juli 2018. Produksinya pun terus melimpah hingga berimbas pada harga jual garam yang kian merosot.

Saat awal produksi, harga jual garam masih Rp2 ribu per kg, kemudian berangsur turun mulai Rp1600 per kg, lalu Rp1200 per kg, hingga Rp800 per kg.

“Sekarang lebih parah lagi, harga garam di kisaran Rp450-500 per kg,” ungkap seorang petambak garam di Kalibangka, Yusuf, Kamis (18/10/2018).

Yusuf mengakui tidak ada standar harga garam yang ditetapkan pada wilayahnya. Akibatnya, harga garam bergerak bebas mengikuti kemauan tengkulak. Hal itu, lanjut Yusuf, berbeda dengan beras yang harga eceran tertingginya sudah ditetapkan pemerintah.

Musim kemarau yang cukup panjang, jelas Yusuf, membuat petambak mampu menghasilkan satu hingga tiga ton gram setiap hari. Namun dengan produksi yang melimpah, harga justru semakin rendah. Mereka pun berharap harga garam tidak terus turun, tetapi justru stabil seperti beras.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, Deni Agustin, mengungkapkan pihaknya terus berupaya menstabilkan harga garam. Salah satu upaya agar harga tidak terus jatuh dengan melakukan diversifikasi produk. Garam tidak hanya untuk konsumsi maupun industri saja, tetapi juga bisa untuk kecantikan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan bimbingan kepada pengusaha garam secara rutin. Mereka pun difasilitasi untuk mendapatkan label halal dan SNI. Dengan harapan jangkauan pasar akan lebih luas.

“Tapi petambak garam juga harus terus meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan. Di antaranya dengan memperbaiki kadar NaCl agar bisa diserap oleh industri lebih besar,” kata Deni.

Editor: Idul HM

Previous articleAda Skema Perbankan, Rumah DP 0 Rupiah Memang Bukan untuk Warga Miskin
Next articleTersandung OTT KPK, Bupati Neneng Dicoret dari Tim Jokowi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here