Inalum Bakal Pilih Bank Jepang untuk Divestasi 51 % Saham Freeport

Anggota Fraksi MPR Hanura Inas Nasrullah Zubir dan Anggota MPR Fraksi NasDem Jhonny G Plate dalam diskusi Empat Pilar

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota MPR Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan, Perbankan asing tampaknya bakal terlibat dalam divestasi 51% saham Freeport.

Salah satunya, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd yang akan memimpin 11 bank pemberi pinjaman atau pembiayaan kepada PT.Inalum.

“Saya kira memilih Jepang, tentu ada strateginya. Karena selama inikan memang ekspor konsentrat Freeport, salah satunya ke Jepang,” kata Inas disela-sela diskusi empat pilar MPR dengan tema “Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Energi Indonesia Berdaulat?” bersama anggota MPR dari Fraksi NasDem, Johnny G Plate dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin di media center, gedung DPR, Senin (8/10/2018).

Lebih jauh kata Inas, kalau Rusia diminta masuk ke pembiayaan, tentu tidak ada kepentingan dalam divestasi tersebut.

“Makanya, Jepang diambil untuk itu, lagi pula Inalum punya relasi yang bagus dengan perbankan Jepang,” tambahnya.

Labi pula, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR ini, ekspor konsentrat yang dilakukan Freeport ke China tak lama lagi akan berakhir. Dengan kata lain Jepang menjadi pilihan utama yang menguntungkan.

Sementara itu, Johnny G Plate menegaskan soal pembiayaan itu tak perlu dipersoalkan dari mana dananya. Karena uang tak mengenal agama.

“Uang itu mengalir kepada yang memberikan keuntungan (return on invesment). Money is money. Yang penting, bagaimana bisa memberikan benefit bagi NKRI,” ungkapanya.

Menyinggung soal perbankan Jepang, kata Sekjen Partai NasDem, mungkin saja dari laveragenya baik dan menguntungkan untuk pemerintah Indonesia.

“Pembiayaan inikan sifatnya lebih pada bisnis to bisnis. Bukan menggunakan dana APBN,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyebutkan bank asal Jepang, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd akan memimpin 11 bank pemberi pinjaman atau pembiayaan kepada Inalum yang membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia.

“Bank Mitsubishi, itu leader-nya. Nanti dia yang mengatur semuanya,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, usai menghadiri diskusi di Wisma Antara Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Fajar mengatakan Mitsubishi akan menjadi leader di antara 11 bank yang diketahui akan memberikan pinjaman kepada Inalum untuk menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Bank Mitsubishi dipilih menjadi bank pemberi pinjaman untuk Inalum karena bunganya yang rendah. “Paling kecil, makanya kenapa Jepang? Karena bunganya paling kecil,” kata Fajar.

Sesuai kesepakatan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) yang ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi Freeport senilai 3,85 miliar dolar AS.

Perinciannya sebanyak 3,5 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocooper di Freeport.

Fajar menambahkan partisipasi perbankan untuk ikut memberikan pinjaman melalui kredit sindikasi ini bisa melalui delapan sampai sebelas bank, tergantung dari kebutuhan Inalum. “Ya sekitar delapan sampai sebelas. Yang sudah siap 11 bank, pokoknya nanti kalau yang kasih dari delapan itu cukup, tergantung dari Inalum,” kata Fajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here