Ideologi Komunis Tak Akan Tumbuh Subur di Indonesia

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPR Bambang Soesatyo mengungkapkan soal tantangan TNI dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depan sangatlah kompleks dan beragam.

Menurutnya, TNI harus mampu menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, dan menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan komunisme dan ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila.

“Sejarah membuktikan bahwa ideologi komunisme maupun ideologi lainnya tidak bisa subur tumbuh di Indonesia. Karena kita punya Pancasila yang sudah melekat dalam jiwa raga anak bangsa, serta prajurit TNI yang menjadi benteng kedaulatan negara,” ujar pria akrab disapa Bamsoet, Minggu (7/10/2018).

Politikus Golkar ini juga mengingatkan masyarakat waspada agar jangan sampai termakan propaganda dari segelintir orang yang menggunakan isu komunisme untuk memecah belah bangsa demi ambisi politik tertentu.

Menurut Bamsoet, isu komunisme memang sangat seksi dihembuskan karena Indonesia mempunyai trauma sejarah yang mencekam soal gerakan PKI.

“Hati-hati jangan sampai masyarakat termakan isu komunisme yang belum tentu kebenarannya. Percayalah, kita punya TNI yang setia menjaga Pancasila dan kedaulatan negara. Tak akan mungkin TNI diam membiarkan komunisme hidup di negeri Khatulistiwa ini,” kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini meyakini, memasuki usia ke-73 tahun, TNI semakin maju dan profesional. Para prajurit TNI sudah menunjukan profesionalitas baik secara kelembagaan dan juga tunduk kepada hukum dan penghormatan HAM.

“Global Fire Power merilis hasil survei mereka tentang kekuatan militer negara di dunia. Untuk kawasan Asia Tenggara, militer Indonesia masih yang paling kuat. Indonesia berada diposisi ke-15 dari 136 negara dunia yang disurvei, disusul Vietnam menduduki peringkat 20, Thailand 27, Myanmar 35 dan Malaysia 44,” jelas Bamsoet.

Bamsoet pun mengingatkan, TNI juga perlu mempersiapkan diri menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Dalam menghadapi menghadapi tantangan global di masa mendatang, TNI perlu mengembangkan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem militer.

“Negara barat sudah membuat drone sampai seukuran lalat. Kita tak boleh hanya diam saja. Era Revolusi Industri 4.0 harus diadopsi kedalam sistem persenjataan dan pertahanan nasional. Saya yakin banyak anak bangsa yang sanggup mempersiapkan sistem persenjataan yang canggih. Tinggal bagaimana political will kita sebagai bangsa untuk mengaturnya,” pungkas Bamsoet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here