Trade Expo Indonesia 2018 Targetkan Transaksi 1,5 Miliar Dolar AS

Tangerang, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Arlinda menyampaikan bahwa peningkatan ekspor merupakan salah satu kunci utama untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Penyelenggaraan pameran dagang skala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia ke-33 (TEI 2018) merupakan salah satu cara untuk terus meningkatkan ekspor sehingga ekonomi dapat terus tumbuh. TEI ke-33 itu akan digelar pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Menurut Arlinda, penyelenggaraan TEI 2018 merupakan salah satu peluang untuk terus meningkatkan ekspor sehingga ekonomi dapat terus tumbuh. Apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China, Indonesia katanya harus dapat melihat dan memanfaatkan setiap peluang untuk mendorong ekspor.

“Diharapkan TEI 2018 dapat dimanfaatkan untuk memasuki pasar kedua negara tersebut. TEI 2018 menargetkan transaksi sebesar 1,5 miliar dolar AS dan hingga hari ini tercatat sebanyak 2.245 buyers telah terdaftar untuk menghadiri TEI 2018. Untuk mencapai target itu, Kemendag berkomitmen mendatangkan buyers sebanyak mungkin,” kata Arlinda saat memberi keterangan pers usai pertemuan teknis di ICE BSD, Rabu (19/9/2018).

Upaya yang dilakukan untuk mendatangkan buyer, lanjut Arlinda, yaitu melalui kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, serta Konsul Perdagangan maupun KADIN negara-negara sahabat dalam menyebarluaskan informasi tentang penyelenggaraan TEI di mancanegara.

“TEI 2018 mengusung tema ‘Creating Product for Global Opportunities’. Tema ini menyatakan bahwa Indonesia merupakan penghasil produk-produk berdaya saing dan memberi peluang bagi pelaku usaha global untuk bekerja sama dalam mengembangkan bisnis di kancah perdagangan global,” imbuh Arlinda.

TEI 2018 diharapkan diikuti 1.110 peserta pameran dan dihadiri lebih dari 28.000 pengunjung. Adapun buyers yang sudah terdaftar berasal dari dari 60 negara, di antaranya yaitu Nigeria, China, India, Aljazair, Arab Saudi, Jepang, Uni Emirat Arab, Kamboja, Suriname, Amerika Serikat.

Para buyer internasional juga dapat mengeksplorasi peluang kerja sama dengan mitra bisnis prospektif dan berinteraksi dengan petinggi Pemerintah Indonesia, pemimpin bisnis, dan para pelaku usaha guna mendapatkan wawasan tentang peluang bisnis di Indonesia.

Seperti pada tahun 2017, seluruh pembiayaan penyelenggaraan TEI 2018 murni dari pihak swasta yaitu dari pihak jasa penyelenggara yang akan mengelola dari restribusi kepesertaan TEI 2018.

“Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Mendag, diharapkan agar para peserta TEI benar-benar merupakan pelaku bisnis yang sungguh-sungguh memiliki keinginan dan kemampuan untuk melakukan bisnis internasional, baik secara produksi dan manajemen telah siap dan mampu memasuki pasar ekspor. Begitu juga dengan buyer yang akan hadir, diharapkan merupakan para buyer potensial dan sungguh-sungguh ingin menjalin kerja sama bisnis dengan Indonesia,” jelas Arlinda.

Untuk itu, lanjut Arlinda, Pemerintah Daerah diimbau untuk membawa pebisnis daerah (misi dagang lokal) untuk juga hadir di TEI 2018.

“Harapannya, agar produk Indonesia dapat dipasarkan lebih luas lagi, baik di pasar domestik maupun internasional, sehingga hal ini juga mendorong menggunaan produk Indonesia di dalam negeri,” tandasnya.

Selain itu, juga telah tercatat 2.753 permintaan terhadap berbagai kategori produk Indonesia pada TEI 2018. Permintaan terbesar sejauh ini adalah untuk produk manufaktur dan jasa; furnitur, dekorasi, dan perabotan taman; industri kreatif; makanan dan minuman; fesyen, gaya hidup, dan kecantikan, industri strategis, serta investasi dan jasa.

Seperti tahun sebelumnya, TEI 2018 akan menampilkan berbagai ragam produk dan jasa Indonesia yang terbagi atas zona produk potensial dan unggulan nasional di area pameran seluas 22.727 meter persegi.

Pembagian zona tersebut, yaitu Hall 1 dan 10 untuk Kuliner Nusantara, Hall 2 untuk Kerajinan dan Produk Gaya Hidup, Hall 3 untuk Furnitur, Hall 3A untuk Produk Kreatif, Hall 5 dan 6 untuk Produk Manufaktur, Hall 7 dan 8 untuk Makanan dan Minuman, Hall 9 untuk Produk Unggulan Daerah. Setiap hall akan dilengkapi dengan jasa layanan pembeli (buyer service area) yang siap melayani kebutuhan buyer selama berada di lokasi pameran.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here