Koalisi Jokowi Persilahkan Gatot Tentukan Dukungan Politiknya

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin mempersilahkan keputusan akhir Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo apakah akan bergabung mendukung paslonya atau tidak. Koalisi Jokowi pun tidak akan memaksakan Gatot untuk menentukan dukungan politiknya.

“Kita kembalikan semuanya sama Pak Gatot,” Juru bicara Koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Sabtu (15/9/2018).

Ace mengatakan, Gatot adalah mantan panglima TNI yang sudah pasti memiliki jiwa nasionalis. Gatot telah membuktikan kepada negara bahwa ia ingin meneguhkan NKRI tapi juga cinta kepada para Ulama. Rekam jejak Gatot membuat banyak pihak ingin bekerja sama dengan dirinya. Tak terkecuali dalam dunia perpolitikan. Namun, KIK memilih untuk tidak memaksa Gatot dalam menentukan sikap dukungan politik.

“Jangan beliau diklaim-klaim oleh masyarakat juga akan masuk kemana,” katanya.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, hingga jelang penetapan pasangan capres-cawapres oleh KPU pada 20 September mendatang, komunikasi dengan seluruh kolega tetap berjalan. Pilihan-pilihan politik bagi para tokoh tetap terbuka khususnya bagi yang ingin bergabung dengan kubu Jokowi-Ma’ruf.

Hendrawan mengatakan, ada tim khusus yang membangun kemitraan. Tak terkecuali dengan Gatot Nurmantyo. Namun, Hendrawa enggan menjelaskan seperti apa komunikasi yang sudah dibangun selama ini. Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga menyatakan, pihaknya menyambut baik jika Gatot berkenan bergabung.

“Kami sambut baik jika Pak Gatot ingin masuk menjadi Timses. Namun, kalaupun pada akhirnya masuk ke mitra kompetisi (Prabowo-Sandiaga), itu hal yang baik pula,” jelasnya.

Ia menilai, Gatot telah memiliki pengalaman yang cukup luas. Disatu sisi, dia juga pribadi yang mendapat banyak simpati dari berbagai lapisan masyarakat. Gatot juga punya kemampuan apik dalam menjalin hubungan. Hal itu tentu akan menambah kekuatan dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Namun, soal pilihan politik berkaitan erat dengan keyakinan masing-masing pribadi. Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tidak akan mempermasalahkan keputusan Gatot Nurmantyo. Koalisi Jokowi ingin menunjukkan sikap berdemokrasi yang baik dan tak ingin memperebutkan satu sosok untuk menjadi ketua tim kampanye.

“Ini kan pilihan. Bagaimanapun harus memilih. Inilah khazanah demokrasi yang indah,” ujarnya.

Hormati Gatot

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan pihaknya tidak memaksa Gatot untuk bergabung ke tim pemenangan pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Oleh karena itu, dirinya sangat menghormati keputusan Gatot jika ingin di posisi netral pada Pilpres 2019.

“Pokoknya apapun keputusan Pak Gatot kita hormati, juga tokoh-tokoh lain siapapun. Apakah ingin menjadi timses Pak Jokowi atau Prabowo atau tidak dua-duanya, itu menjadi hak masing-masing tokoh termasuk Pak Gatot,” jelas Riza Patria.

Namun, kata Riza, yang terpenting semuanya ikut mendorong agar Pilpres 2019 berjalan demokratis, berkualitas aman damai dan lancar. Kemudian juga dapat membawa kesejahteraan, memajukan negara dan sebagainya. Bahkan bagi Gerindra Gatot atau tokoh-tokoh lainya tidak ikut bergabung ke Prabowo-Sandi atau justru masuk ke tim lawan itu tidak ada masalah.

“Bagi kami, sekalipun kami senang kalau pak Gatot bergabung, tapi kami mengerti sekali posisi Pak Gatot belakangan. Apapun yang diputuskan olehnya saya kira itu yang terbaik, tidak hanya bagi Pak Gatot tapi bagi semuanya terutama bagi bangsa dan negara,” ujar Riza.

Meski demikian, koalisi Prabowo-Sandi masih tetap membuka siapa saja tokoh nasional yang memiliki pengaruh integritas, dan kompetensi untuk bergabung.

Previous articleDPR Minta KPU Patuhi Putusan MA Soal Eks Napi Korupsi Nyaleg
Next articleEni Saragih Diminta Kooperatif kepada KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here