Dirut LPDB-KUKM Siapkan Empat Strategi Realisasi Dana Bergulir Dengan Baik

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo.

Jakarta, PONTAS.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) merupakan lembaga terdepan dalam memperkuat permodalan para pelaku koperasi dan UKM di seluruh Indonesia.

“Maka dari itu, sudah sepatutnya penyaluran dana bergulir dilakukan secara meluas hingga menyentuh segala lapisan masyarakat. Hal ini bertujuan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha koperasi dan UKM di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo yang mengaku telah   menyiapkan kebijakan-kebijakan strategis untuk menggenjot penyaluran dana bergulir kepada Media ini saat ditemui dikantornya.

Ia mengakui LPDB-KUMKM sangat memerlukan kerjasama dengan stakeholder lainnya. Sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM tidak dapat membuka kantor cabang ataupun perwakilan di daerah. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam mengoptimalkan penyaluran dana bergulir oleh LPDB-KUMKM.

Lanjut Braman, LPDB-KUMKM memiliki kewajiban dalam menyalurkan dana bergulir ke seluruh penjuru Tanah Air. Dirinya optimistis mampu menyalurkan dana bergulir dengan baik dan sesuai target dalam rangka pemberdayaan koperasi dan UKM di Indonesia.

“LPDB-KUMKM telah menyiapkan 4 (empat) strategi khusus agar penyaluran dana bergulir dapat menjangkau seluruh pelaku koperasi dan UKM di Indonesia,” ungkap Brahman.

1. LPDB-KUMKM Gandeng Dinas Koperasi dan UKM

Braman mengatakan pihaknya telah melakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Dinas Koperasi dan UKM di 13 provinsi se-Indonesia yang didasari pada nilai trust, clean dan clear. Hal ini diyakini akan mempercepat penyaluran dana bergulir dengan alasan Dinas Koperasi dan UKM adalah pihak yang mengetahui kualitas koperasi dan UKM di daerah masing-masing.

2. LPDB-KUMKM Kerjasama dengan BUMN dan BUMD

Sejauh ini, LPDB-KUMKM telah menggandeng Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) dan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) sebagai lembaga penjamin.

Braman menegaskan perjanjian kerjasama ini akan mempermudah koperasi dan UMKM untuk dapat pelayanan yang lebih cepat, hal ini karena kedua perusahaan tersebut telah memiliki cabang di beberapa daerah. “Dengan perusahaan penjamin tersebut koperasi dan UKM tidak perlu memberikan jaminan 100 persen kepada LPDB karna sudah ada lembaga penjamin”, kata Braman.

3. LPDB-KUMKM Jalin Kerjasama dengan BLUD
Menurut Braman, saat ini sudah ada 15 daerah kabupaten/kota yang memiliki Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Walaupun jumlahnya masih tergolong sedikit, namun kami melihat peluang besar bahwa dengan adanya Badan Layanan Umum Daerah dapat membantu penyaluran dana bergulir”, jelas Braman.

4.LPDB-KUMKM Buat Kerjasama dengan LKB/LKBB
Braman mengatakan lembaga keuangan bank/lembaga keuangan bukan bank (LKB/LKBB) ini dapat berupa Bank Perkreditan Rakyat (BPR), perusahaan modal ventura atau lembaga sejenis lainnya. Pola kerjasama LPDB-KUMKM dengan LKB/LKBB ini pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan.

Melalui strategi-strategi ini, Braman yakin target penyaluran dana bergulir yang ditetapkan oleh pemerintah dapat terealisasi dengan baik. Lebih lanjut, dirinya menyatakan LPDB -KUMKM terus menekankan pada Tri Sukses, yaitu sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here