Parpol Rugi Jika Mencalonkan Caleg Mantan Koruptor

Jakarta, PONTAS.ID – Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, partai politik harus selektif dalam mencalonkan kader-kadernya menjadi caleg.

“Parpol akan rugi sendiri kalau gak selektif terhadap kader-kader yang dijadikan calon-calon pemimpin di legislatif yudikatif eksekutif karena publik sangat terbuka kalau ada resistensi di publik sebaiknya mundur,” kata Siti Zuhro menanggapi polemik aturan PKPU mengenai larangan mantan narapidana korupsi untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif, Senin (10/9/2018).

Siti melanjutkan, saat ini persoalan korupsi sudah merajalela diseluruh segi kehidupan berbangsa. Untuk itu, harus ada empati dari partai politik untuk memutus mata rantai korupsi dari calon-calon yang akan ditempatkan dalam jabatan politik.

“Filosofi itu yang harus dikedepankan dengan menonjollan integritas karena saat ini isu integritas itu yang paling utama. Supaya masyarakat tidak teriak-teriak,” kata Ketua Umum Korps Alumni HMI (KAHMI) itu.

Selain itu, kata Siti Zuhro, pemimpin jabatan publik merupakan contoh bagi masyarakat.

“Menjadi pemimpin itu ada syaratnya mereka adalah role model yang akan diteladani sosoknya harus ada role model bahwa pemimpin itu harus sosok yang tidak berisiko apalagi KPU punya datanya. Negara ini sudah darurat korupsi masak gak ada sense,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here