Dorong Peningkatan Ekspor, Kemendag Gandeng Blibli dan Ralali

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng dua perwakilan laman pemasaran (marketplace) Indonesia sebagai upaya meningkatkan ekspor nonmigas melalui niaga elektronik (niaga-el/e-commerce). Kedua laman pemasaran tersebut yaitu Blibli.com dan Ralali.com.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Marolop Nainggolan mengatakan bahwa niaga-el memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan ekspor. Niaga-el juga dapat dimanfaatkan para pelaku usaha nasional untuk melakukan ekspor secara lebih mudah, cepat, dan efisien.

“Selain itu, juga memberikan dampak positif bagi berbagai lini bisnis terkait jasa logistik, pembiayaan, dan komunikasi, meminimalisasi biaya, serta memperluas wilayah pemasaran,” kata Marolop dalam siaran pers Kemendag, Jumat (7/9/2018).

Bibli.com dan Ralali.com hadir dalam seminar yang digelar Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag pada Rabu (5/9/2018) lalu, di Bandung, Jawa Barat. Seminar yang mengusung tema ‘Pemanfaatan E-Commerce dalam Meningkatkan Ekspor Nasional’ itu dihadiri 50 pelaku usaha ekspor Indonesia.

Selama seminar, perwakilan dari Blibli.com menyampaikan beragam kemudahan dan keuntungan bertransaksi dengan menggunakan laman pemasaran. Sedangkan perwakilan dari Ralali.com memberikan paparan mengenai cara berjualan melalui niaga elektronik dan pelatihan singkat pengambilan foto.

Kualitas foto produk sangat penting untuk menarik buyer dalam membeli produk yang ditawarkan saat berbelanja daring. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, nilai transaksi melalui pemanfaatan pemasaran digital juga meningkat.

Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 143,26 juta orang atau meningkat 7,95 persen dibandingkan tahun 2016 yang sebanyak 132,7 juta orang. Jumlah pengguna internet pada 2017 tersebut mencakup 54,68 persen dari total populasi Indonesia yang berjumlah 260 juta jiwa.

Pada tahun 2014 nilai transaksi niaga-el mencapai 34 triliun rupiah. Nilai ini meningkat di tahun 2016 menjadi 260 triliun rupiah. Pada tahun 2020, nilai transaski niaga-el diprediksi mencapai 1.690 triliun rupiah.

Dalam kegiatan tersebut, Kemendag turut menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang memberikan paparan mengenai Digital Handholding Program (DHP). DHP merupakan salah satu program jasa konsultasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia-Indonesia Eximbank di bidang teknologi informasi digital untuk memfasilitasi eksportir Usaha Kecil Menengah berorientasi Ekspor (UKME).

Tujuannya, agar mampu memasarkan, memperluas akses pasar, mempromosikan, serta meningkatkan daya saing produk unggulannya di laman pemasaran global. Selain itu, Kemendag juga mengundang Indonesia-Iran Business Council sebagai salah satu narasumber.

“Sejak diberlakukannya sanksi ekonomi terhadap Iran, nilai ekspor Indonesia ke Iran terus menurun. Mekanisme niaga-el, seperti penggunaan Paypal sebagai sistem pembayaran internasional, diyakini bisa mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke Iran,” jelas Marolop.

Editor: Risman Septian

Previous articleRelevansi Manajemen Sampah dan Koperasi
Next articleErick Thohir Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here