Pemerintah Tak Tinggal Diam Dolar Mengamuk

Nilai Tukar Rupiah (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami kenaikan dan diprediksi bakal menembus angka Rp 15 ribu.

Banyak kalangan memprediksi jika dolar sampai bertahan diangka tersebut membuat pemerintahan Jokowi akan hancur.

Menanggapi hal itu parpol koalisi Jokowi, Golkar menyatakan Presiden saat ini terus berupaya mengatasi lonjakan tersebut. Rapat dengan kementerian terkait juga digelar untuk mencari langkah-langkah antisipasi.

“Kan sudah rapat dengan menteri terkait, terkait dengan langkah-langkah mengatasi lonjakan mata uang rupiah dibandingkan dolar,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

Ace juga mengatakan pemerintah tak akan tinggal diam melihat nilai tukar rupiah yang terus melemah. Ia yakin pemerintah telah menyiapkan strategi-strategi untuk mencegah rupiah terus merosot.

“Ya mungkin secara persisnya Menkeu yang bisa menjelaskan kebijakan langkah-langkah antisipasi itu,” katanya.

Ace juga mengaku tak khawatir melemahnya nilai tukar rupiah akan berimbas pada elektabilitas Jokowi yang kembali maju menjadi capres pada Pilpres 2019.

“Ya ini kan masih dinamis. Saya kira kita pemerintah tidak diam dalam hal menangani lonjakan nilai rupiah tersebut. Kecuali kalau pemerintah diam,” ujar Ace.

Berhasil Jaga Rupiah

Hal senada juga dikatakan Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menilai, hampir seluruh dunia harus menghadapi keperkasaan dolar.

Eva yang juga merupakan anggota Komisi XI DPR lalu membandingkan nilai tukar rupiah dengan mata uang negara lain. Menurut dia, Jokowi berhasil menjaga nilai tukar Rupiah tak terpuruk.

“Indonesia relatif rendah depresiasi rupiahnya dibanding Turki, misalnya, yang hancur sehingga sekarang menjadi pasien IMF. Jadi Jokowi relatif berhasil menjaga rupiah tidak anjlok seburuk yang lain-lain,” jelas Eva.

Harus Bersatu

Disisi lain, Bakal Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengingatkan kepada semua pihak agar dapat waspada dan bersatu untuk menghadapi ‘amukan’ dollar diprediksi bakal menebus diangka Rp 15 ribu.

“Kita doakan Pak Jokowi. Kita waspada, karena ini (dolar AS terus naik) dampaknya untuk bangsa dan negara. Jangan kita melihat ini sisi politiknya, tapi dalam keadaan begini kita harus bersatu,” kata Sandiaga.

Sandi menyebut kondisi nilai rupiah yang terus melemah ke dolar AS semestinya jadi momentum anak bangsa Indonesia untuk bersatu memperkuat ketahanan ekonomi. Sebab jika tidak diatasi akan berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat.

Tak hanya pada imbas kalangan keluarga saja, kata Sandi, dolar AS yang terus menguat juga akan berdampak pada perusahaan yang nantinya akan terhimpit.

“Ini saatnya kita bersatu untuk membantu pemerintahan ini. Jangan lihat lagi ini percampuran politik. Semua harus bersatu, karena ini dampaknya secara ekonomi akan segera, yakni akan menjadi beban hidup akan semakin meningkat, dan harga-harga akan melonjak naik,” kata Sandi.

“Karena arus kasnya banyak yang kebutuhan bahan bakunya US dollar juga biaya produksinya US dollar utang-utangnya juga US dollar. Semoga ini tidak sampai PHK,” sambungnya.

Sandi menyarankan pemerintah melakukan efisiensi. Dia juga minta untuk digalakkan gerakan mengkonsumsi produk lokal.

“Bagaimana kita mulai menata ulang. Dan untuk moneter ini mungkin saatnya kita melihat bagaimana suku bunga lagi, karena kalau kondisinya seperti ini, dampaknya akan sangat dirasakan masyarakat,” kata Sandi.

“Tak usah kita bicara politik, saat ini pemerintah harus dibantu. Tapi terjadi adalah perubahan struktural, bukan perubahan yang hanya temporer jangka pendek, tapi harus struktural, ditambah adanya gerakan mengkonsumsi produk lokal sehingga kita bisa mengurangi beban,” tutup Sandi.

Waspadai Gejolak Dolar

Sementara itu, Mabes Polri akan mengawasi Potensi adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terhadap anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bisa saja terjadi.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan semua potensi pasti ada yang tentunya akan dikaji komperhensif dan mendalam.

“Ya semua potensi pasti ada. Dan potensi itu akan kita kaji secara mendalam dulu, potensi-potensi yang paling kemungkinan bisa terjadi itu apa kita harus dalami dulu secara komperhensif,” kata Dedi.

Misalnya, sambung Dedi, Polri pasti akan melihat dan mengawasi bagian-bagian apa yang rentan yang dianggap membahayakan dampak dari merosotnya rupiah terhadap dolar.

Selain mengkaji kemungkinan adanya potensi gangguan keamanan, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menegaskan, Mabes Polri telah memerintahkan kepada para Kapolda agar melakukan langkah-langkah antisipasi.

Antisipasi tersebut, khususnya terhadap harga-harga bahan pokok atau barang lainya yang terkena dampak kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“Mungkin kalau misalnya impact dari fluktuasi nilai tukar ada kenaikan harga-harga tertentu itu kita antisipasi dengan seksama,” demikian Dedi.

Dolar AS parkir di level Rp 14.930 pada penutupan perdagangan hari ini. Presiden Jokowi hari ini mengumpulkan beberapa pejabat negara yang berhubungan langsung dengan sektor ekonomi untuk membahas permasalahan itu.

Previous articleJabodetabek Diprediksi Berawan Hari Ini
Next articleUAS Disarankan Lapor Polisi Jika Diintimidasi