Momen Pelukan Jokowi-Prabowo Diharapkan Jadi Bukti Persatuan Indonesia

Jokowi dan Prabowo Berpelukan bersama Atlet Pencak Silat (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ada momen terbaik dimana dua kandidat capres yakni Jokowi serta Prabowo Subianto saling berpelukan mesra bersama pesilat Hanifan YK di arena Asian Games 2018 usai mendapatkan emas dari cabang olahraga tersebut.

Parpol Koalisi Jokowi pun menyambut baik momen langka tersebut.

Politikus PDIP Charles Honoris menilai, momen itu sebagai bukti persatuan Indonesia di atas segala kepentingan politik.

“Pelukan Jokowi-Prabowo di pertandingan silat Asian Games sangat mengharukan. Momentum ini bukti yang menunjukkan bahwa persatuan Indonesia ada di atas segala kepentingan politik,” ujar Charles, Kamis (30/8/2018).

Dia berharap keharmonisan Jokowi dan Prabowo bisa ditiru oleh para pendukung kedua capres itu. Charles juga memuji Jokowi dan Prabowo yang disebutnya menunjukkan sikap negarawan.

“Saya berharap momentum berpelukan ini juga bisa membuat suasana lebih adem di tengah meningkatnya suhu politik menjelang pileg dan pilpres,” ucap Anggota Komisi I DPR itu.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo adalah tokoh politik yang sama-sama negarawan sehingga mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik atau partainya,” tambah Charles.

Kepada para pendukung dan tim sukses kedua kubu, ia memberi imbauan agar bisa mencontoh sikap kenegarawanan Jokowi dan Prabowo. Charles menyatakan, kompetisi harus dilakukan secara sehat.

“Ketika nanti masanya tiba mari kita sama-sama berkompetisi secara fair dalam pesta demokrasi. Kita buang jauh-jauh penggunaan hoax, fitnah, ujaran kebencian dan sebagainya. Kita adu gagasan, rekam jejak dan berdemokrasi dengan sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni berharap momen kedua tokoh bangsa ini bisa meredam panasnya gejolak para pendukung kedua capres itu di akar rumput.

“Alhamdulillah olahraga dapat menyatukan pemimpin kita. Pertemuan dua tokoh ini tentu menenteramkan pendukung di akar rumput,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Toni itu menyebut seharusnya persaingan dalam politik dilakukan secara positif. Ia mengingatkan segala bentuk tindakan akan memiliki dampak tersendiri.

“Persaingan demokrasi mestinya dianggap biasa saja. Sebuah ritual memberi reward atau punishment kepada pemimpin kita,” tutur Toni.

Ia berharap kesejukan yang diperlihatkan Jokowi dan Prabowo bisa memberikan dampak yang hebat. Para pendukung masing-masing capres ini diharap bisa menjadikannya contoh.

Bagus Buat Iklim Demokrasi

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyambut baik aksi pelukan antar Jokowi dan Prabowo.

Menurut Fadli, momentum itu menunjukkan walaupun berbeda dalam politik tapi tetap harus sama dalam kepentingan bangsa Indonesia.

“Saya kira itu bagus untuk melihat iklim demokrasi ke depan. Jadi memang seharusnya demokrasi kita ini damai, sejuk,” kata Fadli.

Wakil Ketua DPR itu melanjutkan, pelukan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto dan Jokowi juga menunjukkan komunikasi tetap harus terjalin meski ada perbedaan.

“Walaupun kita berbeda dan debat bukan artinya kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik, apalagi sama-sama untuk kepentingan Indonesia dan dalam hal ini dalam sebuah event yang sangat monumental di cabang olahraga pencak silat yang kebetulan Pak Prabowo sebagai ketumnya. Dan ini yang saya kira harus dipelihara ruang untuk bersilaturahmi terbuka,” jelas Fadli.

“Semoga pertemuan ini meredam gejolak di akar rumput,” sebut Toni.

Jokowi dan Prabowo hadir dalam perhelatan pencak silat Asian Games 2018 di Padepokan Silat TMII, Jaktim, Rabu (29/8/2018). Pesilat Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas yang menyatukan keduanya.

Setelah dinyatakan menang dalam final kelas C (50-55 kg), Hanifan langsung berkeliling sambil membawa bendera Merah-Putih. Hanifan kemudian menyambangi area kursi VVIP.

Pesilat Hanifan menyalami tokoh-tokoh yang hadir, seperti Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteri PAN-RB Syafruddin, Menko PMK Puan Maharani, hingga Wapres Jusuf Kalla. Lalu Hanif bersalaman dengan Jokowi dan Prabowo.

Prabowo hadir sebagai Ketum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat). Hanif, yang berkalung bendera Merah-Putih, langsung memeluk Jokowi dan Prabowo bersamaan.

Previous articleJabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini
Next articleGolkar Tak Ada Wacana Merubah Dukungan Pilpres