10 ribu Kapal Pencuri Ikan Keluar dari Wilayah Laut RI

Penangkapan Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Vietnam pada tanggal 14 Mei 2018 di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sekitar Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, (14/5)/ Fhoto: Humas KKP.

Jakarta, PONTAS.ID – Susi Pudjiastuti mengatakan 10 ribu kapal pencuri ikan telah keluar dari laut Indonesia selama dirinya menjabat dan melaksanakan tugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Ada 10 ribu kapal pencuri ikan yang telah keluar dari laut Indonesia, ada yang kami tenggelamkan dan videonya masuk televisi biar ada efek jera. Kalau tidak begitu, mereka tidak jera,” kata Menteri Susi Pudjiastuti di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, Jumat, 27 Juli 2018.

Menurut Susi, selama ini hasil kekayaan laut Indonesia banyak berkurang karena maraknya kasus pencurian ikan yang terjadi. “Selama ini laut kita luas, namun tidak memberikan kesejahteraan. Ikan kita diculik selama bertahun-tahun oleh beberapa kapal ilegal. Perizinan hanya satu kapal, tapi mereka operasikan sepuluh kapal. Mereka juga tidak membayar pajak,” ujarnya.

Susi mengatakan berkat komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak yang tergabung dalam satgas 116 bentukan Presiden Joko Widodo, kondisi itu bisa diselesaikan dan berdampak baik bagi kelautan Indonesia. “Hasilnya, pada tahun 2017, spot ikan nasional kita naik dua kali lipat dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton,” ucapnya.

Ia juga mengajak semua pihak mengawasi dan menjalankan ketentuan zonasi kelautan yang telah ditetapkan. “Kapal dengan bobot 10 GT itu jangan beroperasi di 4 sampai 12 mil biar nelayan kecil kita tidak terganggu tangkapannya. Juga bagaimana aturan penggunaan jaringan di bawah 3 sampai 4 mil,” ujarnya.

Menteri Susi Pudjiastuti pada hari ini hadir di Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam rangka pembukaan kegiatan Belitong Geopark International Kayak Marathon 2018 yang diikuti 82 peserta dari berbagai negara.

Editor: Idul HM

Previous articleKLHK: Pemadaman Api di Lahan Gambut Butuh Energi dan Waktu
Next articleOTT Adik Ketua MPR RI, Jokowi: KPK Selalu Bertindak Profesional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here