Caleg dari Kalangan Artis Tak Jaminan Dipilih Publik

Deretan Artis Nyaleg dari Partai NasDem (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan calon anggota legislatif (Caleg) dari kalangan artis tidak menjamin akan mendapatkan perolehan suara yang tinggi dalam pemilihan.

Menurut Lucius, dari data yang diperoleh Formappi, pada pemilu legislatif 2014 lalu, ada 74 caleg berlatarbelakang artis dan pesohor.

Para caleg tersebut menyebar di sejumlah partai, kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, dari 74 nama tersebut, tercatat hanya 19 orang di antaranya yang berhasil meraih suara terbanyak di daerah pemilihan masing-masing dan selanjutnya menuju ke Senayan.

“Kelihatan bahwa jaminan nama tenar atau beken para artis tak otomatis membuatnya unggul melawan caleg-caleg dari kalangan non artis di masing-masing dapil,” ujar Lucius, Rabu (18/7/2018).

Menurut Lucius, kalangan artis yang lolos ke parlemen dari pemilu sebelumnya memang hampir semuanya tak mampu bersinar gemilang. Tak terlihat kinerja maksimal dari anggota legislatif yang berlatarbelakang artis.

Menurut Lucius, kegemilangan karirnya di dunia artis yang membawa namanya populer di tengah masyarakat berbanding terbalik ketika statusnya sudah menjadi politisi.

Bahkan, menurut Lucius, sebagian artis yang menjadi anggota legislatif menunjukkan ekspresi kebingungan saat bekerja sebagai politisi.

Butuh Saluran Politik

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, artis merupakan salah satu cabang profesi seni yang juga membutuhkan saluran politik. Perwakilannya di legislatif dianggap tetap penting.

“(Tentu) Untuk mendukung profesi seni dan budaya,” ujar Johnny.

Selain itu, Partai Nasdem tak memungkiri bahwa perekrutan artis sebagai caleg merupakan bagian dari strategi pemenangan. Hal itu menyusul adanya kekuatan popularitas yang dimiliki oleh para artis.

Meski begitu, Partai Nasdem juga mengaku berupaya untuk memberikan pendidikan politik kepada para calegnya tersebut. Misalnya, kata dia, memberikan kuliah politik bela negara, bahkan kuliah politik tersebut juga akan melibatkan Presiden Joko Widodo sebagai pembicara.

“Kami yakin karena calon kompetitif, punya kompetensi dan integritas bagus, basis elektoralnya bagus dan berpotensi dikembangkan,” kata dia.

Previous articleKementan Berikan Benih Jeruk Keprok Unggul untuk Petani di Jawa Timur
Next articleJawab Kebutuhan Era Digital, BNI Syariah Luncurkan Hasanah Digiverse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here