Jakarta, PONTAS.ID – Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, nama Joko Widodo (Jokowi) masih merupakan calon presiden (capres) terkuat yang diprediksi akan menang dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
Lalu, siapa pasangan calon wakil presiden (cawapres) untuk maju bersama Jokowi nanti? Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengungkapkan bahwa terkait hal ini ada 4 hal yang menjadi perhatian publik agar tercipta pemerintahan RI yang kuat pasca Pilpres 2019.
“Menurut hasil survei kita, sebanyak 78,8 persen responden mengaku setuju pemerintahan yang kuat itu adalah jika presiden didukung oleh mayoritas DPR,” kata Adjie saat merilis hasil survei terbarunya di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).
Kemudian, tambah dia, sebanyak 77,5 persen responden mengaku setuju pemerintahan yang kuat adalah jika presiden didukung oleh wapres yang mengerti dan kapabel soal ekonomi. Sisanya menyatakan tidak setuju dengan hal ini.
Lalu, sebanyak 72,5 persen responden mengaku setuju pemerintahan yang kuat adalah jika presiden mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan. Terakhir, sebanyak 69,8 persen menyatakan pemerintahan yang kuat adalah jika presiden didukung mayoritas pemuka agama.
Berdasarkan keempat hal tersebut, LSI mendapatkan nama-nama cawapres yang diinginkan oleh publik guna terciptanya pemerintahan RI yang kuat. Untuk cawapres ideal Jokowi agar kuat di parlemen, nama Airlangga Hartarto katanya menjadi pilihan teratas.
“Airlangga yang merupakan Ketum Partai Golkar dipilih oleh 35,7 persen responden. Ditempat kedua ada Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebesar 21,5 persen. Disusul Ketum PPP, Romahurmuzy sebesar 16 persen,” ujarnya.
Untuk hal kedua, yakni cawapres ideal untuk Jokowi yang mengerti dan kapabel soal ekonomi, terpilih nama Sri Mulyani yang tengah menjabat sebagai Menteri Keuangan di urutan pertama cawapres Jokowi yang paling diinginkan publik, dengan jumlah suara 32,5 persen.
“Di posisi kedua ada nama Susi Pudjiastuti yang saat ini tengah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, yang mendapat jumlah suara responden sebesar 24,5 persen. Disusul nama pengusaha Chairul Tandjung dengan perolehan 17 persen suara responden,” tutur dia.
Selanjutnya untuk hal ketiga, yakni cawapres ideal Jokowi agar didukung oleh aparat hukum dan keamanan, di posisi teratas terpilih nama Jenderal Tito Karnavian yang pada saat ini tengah menjabat sebagai Kepala Kepolisian RI (Kapolri), dengan perolehan 32,6 persen.
“Dibawahnya ada nama Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko yang meraih suara responden sebesar 29 persen. Dan dibawahnya terpilih nama Mantan Panglima TNI di era Presiden Soeharto, Jenderal (Purnawirawan) Wiranto sebesar 25,7 persen,” ucap Adjie.
Dan hal terakhir, yakni cawapres ideal Jokowi agar didukung oleh tokoh agama berpengaruh, nama KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI) berada dalam posisi pertama sebagai cawapres ideal Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang, dengan perolehan suara responden 21 persen.
“Dibawahnya ada Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin sebesar 17,2 persen. Disusul oleh Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sebesar 12,3 persen, serta mantan Ketua MK, Mahfud MD sebesar 9,5 persen,” tukasnya.
Editor: Risman Septian




























