Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan normalisasi Kali Pepe sebagai salah satu upaya pengendalian banjir Kota Solo. Pasalnya, kota Solo atau Surakarta merupakan dataran rendah dan menjadi pertemuan beberapa sungai, yakni Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar, Kali Premulung dan Sungai Bengawan Solo.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam penanggulangan banjir, di samping pembangunan infrastruktur fisik, juga diperlukan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.
“Selain itu, khusus untuk penanganan banjir di Kota Solo harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir yang sudah dimulai sejak 2016,” kata Menteri Basuki melalui keterangan resminya yang diterima PONTAS.id, Jumat (22/6/2018).
Penanganan Kali Pepe kata Menteri dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Bengawan Solo Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melalui dua paket pekerjaan yakni Kali Pepe Hulu dan Kali Pepe Hilir.
Menurut Menteri Basuki, penanganan Kali Pepe Hulu, memberi manfaat mengurangi risiko banjir seluas kurang lebih 230 hektar di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres. “Sementara di daerah hilir akan mengurangi risiko genangan banjir seluas kurang lebih 80 hektar di Kecamatan Banjarsari, Pasar Kliwon, dan Laweyan,” imbuhnya.
Pariwisata Solo
Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso mengatakan , kegiatan yang dilakukan di Kali Pepe Hulu diantaranya yakni normalisasi dan revetment sepanjang 1.566 meter, rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi sepanjang 60 meter, pekerjaan rumah genset Bendung Tirtonadi, dan pembersihan hulu bendung (Manahan dan Nusukan).
“Dan normalisasi Kali Gajah Bendung Karet Tirtonadi merupakan sebuah long storage sepanjang 5.010 meter dimana setelah rehabilitasi kapasitas tampung akan bertambah menjadi 1 juta m3,” kata Imam.
Imam menambahkan, pada Bendung Karet Tirtonadi akan menggunakan teknologi gate panel yang pertama di Indonesia. Keunggulan teknologi tersebut diantaranya waktu pengoperasian singkat, mampu melindungi air blader dari material sungai, tahan terhadap perubahan suhu ekstrim dan vandalisme.
“Jika gate panel ini berhasil di Bendung Karet Tirtonadi, maka akan diterapkan juga di bendung-bendung lain di Indonesia. Terutama yang aliran sungainya dipenuhi batu. Ini untuk proteksi bendungnya. Batu-batu di sungai wilayah Indonesia Timur kan bisa merusak bendung. Adanya gate panel plat baja diharapkan bisa meminimalisir kerusakan,” kata dia.
Imam mengungkapkan, progres pekerjaan di Kali Pepe Hulu hingga awal Juni telah mencapai 82,83 persen atau lebih cepat dari rencana sebesar 79,83 persen.
Pengendalian banjir Kota Solo lanjut Imam, sangat penting karena sebagai Kota Pusaka, Kota Solo banyak memiliki peninggalan budaya sebagai daerah tujuan wisata dan cagar budaya seperti Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran.
“Destinasi wisata di Kota Solo juga akan semakin ramai dikunjungi wisatawan dengan terhubungnya tol Semarang ke Solo dan Surabaya ke Solo yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa,” pungkasnya.
Editor: Hendrik JS




























