Perluas Hibah Air Minum, Pemerintah Anggarkan 850 Miliar

Salah satu program hibah air minum di Karang Anyar, kecamatan Gandus, kota Palembang, Sumatera Selatan

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Daerah terus meningkatkan akses air bersih dan sanitasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan.

Dengan program hibah air minum ini, Pemerintah Daerah membiayai terlebih dahulu investasi jaringan perpipaan hingga ke sambungan rumah (SR) masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan kemudian dibayar oleh Pemerintah Pusat.

“Tahun 2019, untuk perkotaan dianggarkan Rp 700 miliar dengan target 230.000 sambungan dan perdesaan senilai Rp 150 miliar dengan target 75.000 sambungan,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resminya yang diterima PONTAS.id, Jumat (2/11/2018).

Hal ini dilakukan, lanjut Menteri Basuki untuk mengatisipasi pertambahan jumlah penduduk di perkotaan yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan prasarana air bersih dan sanitasi. Saat ini, program hibah baru mencapai 72 persen.

Besaran nilai hibah yang akan diterima Pemda adalah sekitar Rp 2 juta per SR untuk pemasangan 1-1.000 SR pertama dan akan meningkat Rp 3 juta untuk sambungan ke 1.001 dan seterusnya.

“Melalui hibah tersebut, masyarakat akan menikmati keuntungan membayar biaya sambungan baru yang lebih murah dari biaya pemasangan SR regular bahkan bebas biaya,” pungkasnya.

PON Papua 2020
Dalam kesempatan terpisah, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga menyaksikan penandatanganan kontrak dua pekerjaan yakni Pekerjaan Jaringan Perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru dan Pekerjaan Pembangunan Istora Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2020 di Provinsi Papua.

Proyek Jaringan Perpipaan Limbah Kota Pekanbaru terbagi atas dua paket. Paket pertama adalah Pembangunan Perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC1) sepanjang 19,7 Km.

Paket kedua adalah Pembangunan Perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC2) sepanjang 17,8 Km, dan ditargetkan selesai pada tahun 2023 dengan cakupan pelayanan untuk 55.000 jiwa .

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here