Jakarta, PONTAS.ID – Pada libur Lebaran nanti, wisatawan akan melihat tradisi Hari Raya Enam yang dilakukan oleh masyarakat Riau, terutama bagi yang bermukim di sepanjang sungai Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Tradisi turun temurun itu dilakukan bentuk luapan kegembiraan masyarakat karena telah berpuasa selama satu bulan penuh dengan ragam persembahan, seperti kuliner lokal, pertunjukan kesenian dan sebagainya.
Tradisi ini dilakukan setelah menjalankan puasa selama enam hari yang dimulai dari H+2 Lebaran. Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal usai ditemui dalam peresmian ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018 di Gedung Kementrian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu, (6/6/18).
“Ini kita tetapkan salah satu destinasi Ramadan karena (ada tradisi) Hari Raya Enam. Setelah Idul Fitri, orang puasa, 6 hari. Setelah dia menyelesaikan puasa enam hari, dia lebaran, itu namanya hari raya 6,” kata Fahmizal.
Lanjut Fahmizal, tradisi ini sudah cukup berhasil menarik puluhan ribu orang wisatawan yang berasal dari Malaysia.
“Lebaran (Hari Raya Enam) ini lebih ramai dari lebaran Idul Fitri-nya. Ada kulinernya juga. Ini jadi daya tarik. Ini didatangi wisatawan Malaysia luar biasa banyak, hingga puluhan ribu,” katanya.



























