Jombang, PONTAS.ID – Layanan transportasi online seperti Gojek dan Grab memiliki lini bisnis lain yakni metode pembayaran digital mereka. Seperti yang kita ketahui, Gojek dengan Gopay nya dan Grab dengan Grab Pay. Semua layanan Gojek dan Grab dapat dilakukan transaksi dengan pembayaran digital tersebut.
Gojek sudah meresmikan layanan Gopay-nya sebagai Fintech (Financial Technology) dan telah mendapat izin dari Bank Indonesia (BI). Sedangkan Grab belum meresmikan Grab Pay sebagai Fintech.
Ini yang menjadi pernyataan sejumlah orang tentang lini bisnis Gojek dan Grab sebenarnya apakah masih bergerak di transportasi online atau fokus di fintech. Atau layanan transportasi online milik mereka hanya sebagai topeng saja untuk mengembangkan bisnis fintech mereka.
“Saya bingung Gojek itu lebih fokus ke fintech atau transportasi online. Ketika order layanan Gojek menggunakan Gopay lebih murah. Sedangkan pakai cash lebih mahal,” Muslih Zainal Asikin selaku pengamat Masyarakat Transportasi Indonesia dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Kamis, (7/6/18).
Dirasakannya ini hanya trik Gojek saja untuk lebih mengembangkan Gopay saja.
“Sebenarnya biaya Gojek sudah dinaikan dulu sebelum kita pakai Gopay. Layanan transportasi onlinenya sebagai pintu masuk untuk fintech. Dengan begitu, semakin banyak pengguna yang top-up Gopay. Maka secara otomatis bisnis Gopay meningkat,” papar Muslih.
Menurutnya, jelas Gojek dan Grab lebih fokus ke fintech karena income-nya pun lebih besar.




























