Jalur Mudik Siap Dilalui, Pemudik Diminta Bijak Memilih

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Jembatan Kali Kuto, Sabtu (26/5/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna mengingatkan pemudik untuk bijak memilih moda transportasi baik darat, laut dan udara selama libur panjang Lebaran mendatang.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Herry TZ ini dalam sebuah diskusi “Siap-Siap Mudik Asik,” di Cafe Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018),

Apabila memilih transportasi darat melalu jalan tol maupun jalan arteri, kata Herry TZ, terdapat banyak pilihan jalan arteri nasional baik lintas utara, tengah, dan selatan yang kondisinya cukup baik.

“Untuk jalur Pantai Selatan banyak pilihan destinasi wisata pantai yang bisa dikunjungi yang lokasinya tidak jauh dari jalan arteri,” kata dia.

Dia menambahkan, para pemudik juga perlu memilih waktu mudik yang tepat dengan menghindari puncak mudik. Sementara untuk mendorong distribusi lalu lintas, Herry mengatakan, ada diskon tarif tol pada 13-14 Juni dan 18-19 Juni 2018.

“Uang elektronik perlu disiapkan. Untuk tarif tol Jakarta-Surabaya saat ini Rp 344.000. Bank Indonesia telah menaikan batas saldo uang elektronik menjadi Rp 2 juta,” kata Herry TZ.

Pemerintah kata Herry, menyiapkan mobile reader untuk mempercepat transaksi di Gerbang Tol (GT) pada titik-titik kemacetan yang terjadi pada arus mudik tahun 2017, seperti GT Cikarang-Utama.

Selain itu, pekerjaan pembangunan jalan tol layang Cikampek juga akan dihentikan pada H-10 dan akan menggeser beton pembatas (median concrete barrier) sehingga jalur yang digunakan maksimal.

Rekayasa Lalulintas
Saat ini kata Herry, Jalan tol fungsional yang dapat dilalui pemudik tanpa dikenakan tarif adalah Tol Brebes Timur-Pemalang (37,3 Km), Pemalang-Batang (39,2 Km), Batang-Semarang (75 Km), Salatiga-Kartasura (32 Km), Solo-Sragen (36 Km), dan Wilangan-Kertosono (37 Km).

Tempat istirahat dan penerangan juga disiapkan pada ruas tol fungsional meski tidak selengkap yang ada pada ruas tol operasional.

“Pada ruas Tol Brebes-Timur – Sewaka (Pejagan) dan Solo-Sragen dioperasikan fungsional. Sementara rekayasa lalulintas dalam pelaksanaannya di lapangan menjadi kewenangan Polri,” jelas Herry.

Titik kritis yang perlu menjadi perhatian pemudik, lanjut Herry adalah, Jembatan Kali Kuto yang direncanakan baru bisa dilalui pada H-2 Lebaran. Sehingga sebelum itu kendaraan akan diarahkan keluar melalui jalan Pantura Jawa sejauh 500 meter dan masuk kembali ke ruas tol.

Untuk Jembatan Kali Kenteng di ruas tol Salatiga-Kertasura yang belum selesai pembangunannya, Kementerian PUPR dan pengelola jalan tol telah mempersiapkan jalan alternatif melintasi bagian bawah jembatan.

Pada ruas jalan arteri nasional, lanjut Herry, perbaikan Jembatan Cincin Lama atau Widang pada ruas jalan Babat-Lamongan ditargetkan bisa dilalui pada H-10 Lebaran. Perhatian juga diberikan Kementerian PUPR untuk titik-titik rawan longsor dengan menyiagakan personil dan alat berat sebanyak 80an Posko Lebaran, misalnya, yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Jawa.

Gunakan Jalur Alternatif
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja mengatakan untuk jalan nasional di Pulau Jawa telah disiapkan Lintas Utara Jawa sepanjang 1.341 Km, Lintas Tengah Jawa sepanjang 1.197 Km dan Lintas Selatan Jawa sepanjang 1.405 Km.

Endra menegaskan, jalan tol bukan satu-satunya jalur untuk mudik. Pemudik dari Utara yang menuju Selatan bisa menggunakan berbagai jalur arteri. Misal dari Bogor – Sukabumi – Pelabuhan Ratu, Bandung – Soreang – Ciwidey – Cidaun, Bandung – Nagreg – Tasik – Ciamis- Banjar – Pangandaran.

“Lalu dari Brebes Timur – Prupuk – Bumiayu menuju Purwokerto sudah lebih lancar karena empat flyover telah selesai sehingga mengurangi kemacetan pada perlintasan kereta api,” kata Endra.

Terkait kepadatan arus mudik Lebaran 2018, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pandu Yunianto memprediksi jumlah masyarakat yang akan menggunakan bus sebanyak 8 juta orang, sepeda motor sebanyak 8,5 juta orang dan mobil pribadi sebanyak 3,72 juta orang.

“Untuk pembatasan operasional truk diberlakukan mulai H-3 atau tanggal 12-14 Juni 2018 dan 22-24 Juni 2018,” kata dia.

Editor: Hendrik JS

Previous articleMudik Lebaran, Kemenhub Siapkan Bus Antarprovinsi yang Memadai
Next articleDPR Desak Pemerintah Tuntaskan Ganti Rugi Uang Jamaah First Travel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here