Medan, PONTAS.ID – Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menyarankan pemerintah daerah untuk membangun atau melakukan revitalisasi pasar dengan menggunakan anggaran yang disiapkan pemerintah.
Sebenarnya, banyak cara yang dapat dilakukan dengan membangun atau melakukan revitalisasi pasar, baik menggunakan anggaran pemerintah mau pun memanfaatkan dana pihak ketiga.
Namun jika pembangunannya menggunakan dana pihak ketiga, dikhawatirkan harga kios yang ditawarkan lebih mahal sehingga dapat memberatkan pedagang.
“Sebenarnya tidak harus menggunakan dana pemerintah. Hanya saya kalau pakai dana swasta atau pihak ketiga, uang sewa kiosnya lebih mahal sehingga pedagang diberatkan,” kata Djarot selaku Calon Gubernur Sumut, Medan, Rabu, (23/5/18).
Untuk memberikan manfaat bagi semua pihak, Djarot menyarankan pengelolaan pasar dilakukan dengan adanya pembayaran dari pedagang.
Namun agar tidak terlalu memberatkan, jumlah biaya yang harus dibayarkan pedagang tersebut tidak terlalu besar yang dapat ditentukan melalui musyawarah dengan paguyuban pedagang.
“Pedagang juga harus membayar, tidak boleh gratis. Demikian juga dengan retribusi yang harus dibayar, namun retribusinya harus murah,” katanya.
Selain itu, diperlukan pendataan terhadap pedagang agar pembagian kios dapat dilakukan secara merata dan adanya keadilan bagi pedagang untuk berusaha.
Cagub yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga mengingatkan agar tidak adanya monopoli dalam penguasaan atau kepemilikan kios.
Ia mencontohkan fenomena negatif di Jakarta dengan adanya satu pedangn yang bisa memiliki 10 kios.”Itu tidak boleh, harus dibatasi,” ujar Djarot.
Mengenai pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah kota, Djarot Saiful Hidayat menilai pemerintah provinsi bisa berperan dalam pembangunannya dengan menyiapkan konsep dan pasar percontohan.
Dengan konsep tersebut, akan terbangun pasar tradisional yang menerapkan pola modern dengan mengedepankan keteraturan, kebersihan, dan kenyamanan sehingga menarik masyarakat untuk berkunjung.




























