
Jakarta, PONTAS.ID – Cabang olah raga dayung kategori Kano Slalom Asian Games 2018, akan digelar di Daerah Irigasi Rentang di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Saat ini, pembangunan venue Kano Slalom yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) progresnya telah mencapai 95 persen dan ditargetkan selesai akhir Mei 2018.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan venue tersebut memastikan kualitas venue sudah memenuhi standar internasional dan telah di cek oleh Asian Canoe Federation.
“Saya kira untuk kuantitas air sudah cukup, sekitar 15 meter kubik per detik, sehingga kecepatan (air) sudah memenuhi standar, meski kualitas airnya masih perlu ditingkatkan lagi,” kata Basuki melalui keterangan resminya yang diterima PONTAS.id, Selasa (22/5/2018).
Basuki mengatakan, kualitas air di venue Kano Slalom masih keruh akibat adanya galian C seperti pasir dan tanah di daerah hulu. Padahal, air dari Waduk Jatigede sendiri sudah cukup jernih, namun menjadi keruh karena ada penambangan pasir.
“Saya akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat agar sebelum Asian Games, kegiatan penggalian dihentikan sementara, supaya airnya lebih jernih karena event ini merupakan kebanggaan bangsa kita,” terang Basuki.
Fasilitasnya pendukung lainnya yang dibangun, lankut Menteri, adalah perbaikan jalan akses menuju venue perlombaan, penataan kawasan sekitar venue seperti penghijauan, paving, tempat duduk dan pengecatan.
“Sekarang tinggal fasilitas pendukung, saya akan cek lagi kesini, karena ini merupakan hajatan internasional setelah tahun 1962 lalu. Untuk keseluruhan venue Asian Games 2018 ditargetkan selesai pada akhir Juni 2018,” tegas Menteri Basuki.
Nama Baik Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Sungai Cimanuk Cisanggarung Bob Arthur Lambogia mengatakan Venue Kano Slalom memiliki panjang 221 meter, lebar saluran 22 meter yang berada di saluran penguras lumpur, saluran induk Cipelang.
Daerah Irigasi Rentang mengairi 87.840 Ha areal pertanian di Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Indramayu. Sumber air berasal dari Bendungan Jatigede yang kemudian sampai di Bendung Rentang kemudian dibagi dua saluran induk yakni saluran induk Sindupraja (intake kanan) dan Cipelang (intake kiri).
“Adanya Venue Kano Slalom, Kabupaten Majalengka akan dikunjungi banyak orang baik dari dalam maupun dari luar negeri sehingga kualitas pekerjaan harus baik karena akan membawa nama baik bangsa Indonesia,” kata Bob.
Saluran Induk Cipelang bagian kanan akan digunakan sebagai tempat pertandingan, sementara bagian kiri tetap berfungsi mengairi irigasi.
Turut mendampingi Menteri Basuki Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Bob Arthur Lambogia.
Editor: Hendrik JS



























