Polisi dan Pemda Bantu BPOM Awasi Obat dan Makanan

Mendagri Tjahjo Kumolo, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepolisian dan pemerintah daerah membantu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tjahjo menilai sinergi antara 3 unsur itu dapat meningkatkan pengawasan obat dan makanan di publik.

“Saya kira kuncinya pada membangun sinergi ya, kan nggak mungkin Badan POM sendirian, harus bersinergi dengan kepolisian, pemda-pemda, karena harus mengecek semua pasar, toko swalayan, toko-toko obat, apotek, dan itu nggak bisa tiap bulan, harus secara periodik,” kata Tjahjo ketika memberikan sambutan di Munas BPOM di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).

Setelah memberikan sambutan, Tjahjo membuka Munas BPOM dengan memukul gong. Tampak hadir, Kepala BPOM Penny K Lukito dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Kemudian, Penny menyampaikan pengawasan obat dan makanan menjadi prioritas seperti tercantum dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP). Untuk itu, Penny mengatakan anggaran untuk kegiatan tersebut tentu menjadi hal utama.

“Bapak Mendagri mendukung untuk adanya sinergitas program dan kegiatan dan tentunya adalah anggarannya. Jadi di dalam RKP sudah menjadi prioritas adalah peningkatan efektifitas pengawasan obat dan makanan oleh BPOM dan kementerian lembaga lainnya,” kata Penny.

Previous articleBekraf Latih 100 UKM Kreatif Jogja Gunakan Aplikasi Akuntansi
Next articleParade Asian Games Sampaikan Pesan Kejayaan Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here