Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pemerataan pembangunan dengan konsentrasi di daerah perbatasan, pulau-pulau terdepan dan terisolir. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
Salah satunya adalah Pulau Babar yang berada di Provinsi Maluku dengan jumlah penduduk sebanyak 12.194 jiwa. Pulau Babar saat ini memiliki akses Jalan Nasional yang dipelihara dan dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon, dari Tepa menuju Masbuar dan Letwurung yang menghubungkan 20 desa pada pulau yang memiliki luas 1.595 Km2 itu.
Hal ini disampaikan Kepala BPJN XVI Satrio Sugeng Prayitno saat meninjau Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, beberapa waktu lalu
Dia mengatakan jalan nasional di pulau ini terbangun semenjak 2016 dan sekarang kondisinya sebagian sudah di aspal. “Ada yang sebagian kondisi lapen, sebagian jalan tanah segera dilakukan pengaspalan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima PONTAS.id, Minggu (6/5/2018).
Tahun 2018, lanjut Satrio, pihaknya melakukan pemeliharaan rutin jalan nasional sepanjang 33 Km, pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 97 meter dan rekonstruksi sepanjang 12 km.
Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT. Gunayasa Dianartha dengan anggaran Rp 11,43 miliar.
“Untuk tahun anggaran 2018, ada pekerjaan tambahan akses jalan nasional Pulau Babar sepanjang 12 km sehingga nantinya jalan lingkar Pulau Babar tersambung seluruhnya total menjadi 45 Km,” tambah Satrio.
Dia mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan menjadi urat nadi perekonomian dan membuka ketersiolasian terlebih di pulau-pulau kecil yang menjadi beranda depan Indonesia.
Dijelaskan Satrio, masyarakat Pulau Babar menggunakan jalan untuk membawa hasil pertaniannya seperti kelapa, cengkih, pala, dan juga kopi. Sebagian merupakan peternak sapi dan kambing.
“Selain itu dengan tersambungnya Jalan Lingkar Pulau Babar, potensi wisata yang dimiliki di pulau ini yaitu keindahan pantai-pantai dan Air Terjun Telaa akan bisa lebih berkembang,” pungkasnya.
Editor: Hendrik JS




























