September 2018 Akses Yamdena-Larat Maluku Terhubung Jembatan

Pembangunan Jembatan Wear-Arafura yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat di MTB, Provinsi Maluku

Jakarta, PONTAS.ID – Salah satu program Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan membangun Indonesia dari pinggiran, diwujudkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan membangun jalan dan jembatan di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia.

“Salah satunya Jembatan Wear-Arafura yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya yang diterima PONTAS.id, Senin (1/5/2018).

Sebagaimana diketahui, di Pulau Yamdena terdapat Kota Saumlaki yang menjadi Ibu Kota Kabupaten MTB. Meski menjadi bagian Provinsi Maluku, namun letak kedua pulau tersebut berada di Tenggara Kota Ambon sebagai bagian dari pulau-pulau terdepan Nusantara berbatasan dengan Australia dengan dipisahkan oleh Laut Arafura.

Basuki mengatakan dengan semakin lancarnya konektivitas di kawasan perbatasan dan pulau terdepan Indonesia akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, “Serta memeratakan hasil-hasil pembangunan,” kata dia.

Pertanian dan Pariwisata
Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon Satrio Sugeng Prayitno mengatakan Jembatan Wear-Arafura memiliki panjang 323 meter, progres pembangunannya saat ini sudah mencapai 75 persen.

“Bila melihat trend, penyelesaian konstruksi bisa lebih cepat dari rencana kontrak yakni bulan September 2018,” kata Satrio saat meninjau pembangunan jembatan Wear-Arafura.

Dijelaskan Satrio, pembangunan Jembatan Wear-Arafura dimulai sejak Desember 2016 dengan anggaran Rp 123 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya.

Ditambahkan Satrio, Pulau Larat ukurannya lebih kecil dari Pulau Yamdena, namun mensuplai kebutuhan produk pertanian dan perikanan ke Pulau Yamdena yang memiliki kondisi tanah kurang subur. Sementara pulau Yamdena memiliki objek wisata alam di Desa Bomaki yakni pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk.

BPJN XVI Ambon melalui Ditjen Bina Marga, kata Satrio, menganggarkan kegiatan preservasi dan rekonstruksi jalan dan jembatan di Pulau Yamdena sepanjang 156 km sebesar Rp 18,93 miliar. Jalan tersebut menghubungkan Pelabuhan Saumlaki ke Jembatan Wear Arafura.

Dari anggaran tersebut dilakukan peningkatan kualitas jalan melalui rekonstruksi dan rehabilitasi jalan yang rusak sepanjang 3,6 km. Untuk preservasi jalan nasional di Pulau Larat sepanjang 48 km dialokasikan anggaran sebesar Rp 16,73 miliar

“Di mana 4 km diantaranya dilakukan pekerjaan rehabilitasi kondisi jalan,” pungkasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePariwisata Yogyakarta Kembali Menebar Pesona
Next articleAnang Ciptakan Lagu Dangdut Buat Khofifah-Emil