Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan normalisasi Sungai Cikijing dan Cimande serta perbaikan drainase jalan untuk mengatasi banjir di Kawasan Rancaekek, tepatnya di Jalan Raya Cileunyi – Nagrek depan PT. Kahatex.
Hal ini disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kawasan Rancaekek, saat meninjau pekerjaan pembangunan 16 unit gorong-gorong (box culvert), pembangunan jembatan, perkuatan tebing sungai dan pembangunan jalan inspeksi.
“Normalisasi dilakukan dengan memperlebar sungai dari 4 meter menjadi 24 meter sepanjang 6,7 km. Selain itu dilakukan pengerukan sedimen sehingga kapasitasnya bertambah,” kata Basuki Hadimuljono, melalui keterangan tertulis yang diterima PONTAS.id, Sabtu (28/4/2018).
Selain Sungai Cikijing juga terdapat anak Sungai Cikijing yang melewati kawasan PT. Kahatex yang kerap meluap. Untuk itu dibuat sudetan yang dikerjakan dan dibiayai oleh PT. Kahatex dengan rekomendasi desain dari Kementerian PUPR.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT. Kahatex yang turut berperan aktif dalam upaya mengurangi risiko banjir di Rancaekek. Bila normalisasi sungai selesai dan drainase sudah diperbaiki, Insya Allah bisa mengurangi banjir di kawasan Rancaekek,” terang Basuki.

Kolam Retensi
Basuki menambahkan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga melakukan normalisasi terhadap dua anak Sungai Citarum lainnya yakni Sungai Cikeruh dan Sungai Citarum Hulu untuk mengurangi banjir di kawasan Bandung Selatan .
Penanganan kata Basuki, juga dilakukan di beberapa titik langganan banjir lainnya yakni Dayeuhkolot dan Baleendah.
“Salah satunya membangun kolam retensi Cieunteung untuk menampung debit banjir Sungai Citarum sehingga mengurangi tinggi dan luas genangan di Dayeuhkolot dan Baleendah,” imbuhnya.
Kolam retensi seluas 8,7 ha mampu menampung 220 ribu m3 dengan 3 pompa pengendali banjir berkapasitas 3,5 m3/detik dan 1 pompa harian berkapasitas 1,5 m3/detik.
Kementerian PUPR juga membangun 2 terowongan air (tunnel) Nanjung di Kecamatan Margaasih yang mampu mengalirkan debit 469 m3/detik sehingga aliran air dari Sungai Citarum ke Curug Jompong lebih lancar sehingga mengurangi banjir di Baleendah.
Terowongan dibangun masing-masing sepanjang 230 meter dengan diameter 8 meter.
Editor: Hendrik JS




























