Pasca Rakornas Gerindra, Elektabilitas Prabowo Diyakini Naik

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tidak sependapat dengan hasil survei Litbang Kompas yang menyebut elektabilitas ketua umumnya, Prabowo Subianto, menurun.

Survei Litbang Kompas pada Senin (23/4/2018) menyatakan, potensi keterpilihan Prabowo sebesar 14,1 persen. Angka ini turun dari hasil survei enam bulan lalu yang merekam angka 18,2 persen.

Sementara, Fadli menilai elektabilitas Prabowo naik setelah menerima mandat dari seluruh kader untuk maju sebagai calon presiden saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra pada 11 April lalu.

“Saya tidak melihat elektabilitas Pak Prabowo turun. Apalagi setelah Rakornas yang diubah menjadi Rapimnas kemarin, itu saya yakin Pak Prabowo elektabilitasnya semakin naik,” ujar Fadli di gedung DPR, Senin (23/4/2018).

Menurut Fadli, tak mungkin elektabilitas Prabowo menurun jika melihat antusiasme masyarakat yang memadati area Rakornas.

Saat itu, kata Fadli Zon, banyak warga yang mendekati mobil yang ditumpangi Prabowo dan tak sedikit warga yang histeris.

“Kalau Pak Prabowo turun, itu orang juga yang datang tidak perlu direkayasa untuk mendekati mobil dan sebagainya. Itu sudah langsung mereka histeris menyambut Pak Prabowo,” tuturnya.

Selain itu, Fadli juga enggan untuk memercayai beberapa hasil survei yang menyebut elektabilitas Prabowo menurun. Pasalnya, survei yang pernah ia lakukan di media sosial menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih Prabowo daripada Jokowi.
“Kita lihat hasilnya rata-rata ingin presiden baru. Kalau head to head Pak Jokowi dengan Pak Prabowo di medsos itu rata-rata yang menang selalu Prabowo. Ya pernah Jokowi juga sekali,” kata Fadli.

Survei Litbang Kompas terkait elektabilitas dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018, sebelum Prabowo menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden dalam Rakornas Partai Gerindra, 11 April lalu.

Responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen. Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya. Saat itu elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen.

Sementara itu, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yang merekam angka 18,2 persen. Penurunan elektabilitas tidak hanya terjadi pada Prabowo, tetapi juga pada calon potensial lainnya.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang sebelumnya dipilih 3,3 persen kini jadi 1,8 persen. Calon lainnya semakin susut keterpilihannya menjadi kurang dari 1 persen.

Naiknya elektabilitas Jokowi dan turunnya potensi keterpilihan tokoh-tokoh penantangnya bisa dijelaskan dari dua sisi. Pertama, naiknya kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Kedua, masih kaburnya kepastian calon penantangnya untuk maju dalam Pemilu 2019.

Survei tatap muka ini dilakukan kepada 1.200 responden secara periodik oleh Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April 2018. Populasi survei warga Indonesia berusia di atas 17 tahun.

Reponden dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi Indonesia dan jumlahnya ditentukan secara proporsional. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen, margin of error plus minus 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Previous articlePevita Pearce Menjadi Brand Ambassador Startup Zilinggo
Next articleKPK Didesak Usut Lagi Kasus Century

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here