20 Persen Posisi di Kementerian PUPR Dipegang Kartini Zaman Now

Kegitan PUPR Goes To Campus 2018 dengan tema “Perempuan Peduli Infrastruktur”

Jakarta, PONTAS.ID – Memperingati Hari Kartini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkolaborasi dengan Universitas Mercu Buana (UMB) dan Tempo Media Group menggelar kegiatan PUPR Goes To Campus 2018 dengan tema “Perempuan Peduli Infrastruktur” di Kampus UMB, Jakarta, Jumat (20/4/18).

Kegiatan ini seklaigus menunjukkan dunia infrastruktur tak selalu didominasi pria, keterlibatan kaum wanita sangat terbuka bahkan ada yang memegang posisi kunci dalam organisasi.

“Saat ini terdapat empat wanita pada jabatan level eselon I di Kementerian PUPR yakni jabatan Sekjen PUPR, saya sebagai Kepala BPSDM, Dirjen Pembiayaan Perumahan dan Staf Ahli Menteri,” kata Kepala BPSDM Kementerian PUPR, Lolly Martina Martief, di hadapan para mahasiswa.

Lolly mengatakan, di Kementerian PUPR, kebijakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tidak membedakan gender kaum laki-laki dan perempuan untuk bekerja, berkarya dan berkarier termasuk menduduki jabatan penting.

Wajib Siaga 24 Jam
Tidak kalah penting, lanjut Lolly, di Kementerian PUPR perempuan juga menjadi penanggung jawab di lapangan seperti kepala satuan kerja dan pejabat pembuat komitmen yang jumlahnya mencapai 20 persen nya.

“Kita bekerja harus sesuai target. Para perempuan jangan berharap diperlakukan berbeda dengan fasilitas khusus. Sama saja tidak dibedakan. Kita harus siap siaga 7 hari seminggu 24 jam. Pak Menteri kalau harus menghubungi di tengah malam sekalipun, kita harus selalu siap,” pesan Lolly.

Karakter perempuan yang lebih sensitif dibanding pria seringkali menjadi kelebihan dalam pemecahan masalah.

Menurut Lolly, melalui peringatan Hari Kartini, kaum perempuan harus bisa menunjukan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan berperan sekaligus sebagai ibu tetap bisa membagi waktu dengan anak dan suami.

Sementara itu Dirut PT. Jasa Marga Desi Arryani memberikan motivasi sebagai perempuan bekerja di lingkaran laki-laki harus bisa menunjukan prestasi, bekerja keras. Namun jangan melupakan kodrat sebagai perempuan.

“Yang paling penting, kalau wanita bekerja di lingkaran laki-laki itu tidak boleh cengeng dan jangan lebay. Kita juga jangan melupakan kodrat kita sebagai wanita,” kata Desi Arryani.

Kegiatan PUPR Goes To Campus 2018 dengan tema “Perempuan Peduli Infrastruktur” di Universitas Mercu Buana

Setara dengan Pria
Pembicara lainnya yakni Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan melalui sosok Kartini terpancar sebuah semangat dari seorang wanita Indonesia.

“Sosok ibu Kartini memang tidak pernah lekang oleh waktu. Beliau selalu menjadi inspirasi Indonesia,” ungkapnya.

Berkat pengorbanan dan perjuangannya hingga saat ini, banyak perempuan Indonesia yang memiliki prestasi setara dengan kaum pria.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Anita Firmanti saat menutup PUPR Goes To Campus 2018 menyampaikan peran laki-laki dan perempuan salin melengkapi. “Dalam pembangunan semua bisa berpartisipasi tanpa membedakan gender,” katanya.

Anita pun menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan PUPR Goes To Campus yang keempat kalinya sejak 2016 silam, setelah sebelumnya di Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Andalas Padang.

Selain acara talkshow, mahasiswa juga menyaksikan pameran pembangunan infrastruktur, demo mobil pelatihan bagi pekerja konstruksi, klinik program rumah murah bersubsidi, sensasi menyusuri jalan trans Papua dengan VR video, lomba posting foto di media sosial dan hiburan musik.

Editor: Hendrik JS

Previous articleAsian Games 2018, Menhub Optimis LRT Palembang Sesuai Jadwal
Next articleSebagian Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan Siang Hingga Malam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here