Data Facebook Bocor, Komisi I Siapkan Perangkat Hukum untuk Sanksinya

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha menyayangkan kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia.

Menurutnya, seharusnya Indonesia harus mempunyai perangkat hukum yang kuat sebelum peristiwa seperti ini terjadi.

“Tentunya Indonesia harus mempersiapkan perangkat hukum agar kejadian seperti ini, dimana terjadi lewat teknologi media yang sangat pesat saat ini, bisa dilakukan pencegahan,” kata Satya, Jumat (6/4/2018).

“Tentunya jika kita mempunyai perangkat hukum, hal-hal seperti ini akan ada sanksi-sanksinya yang harus diberikan,” tambahnya.

Menurut Satya, Indonesia harus mengantisipasi kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini. Terlebih kedepannya, Bangsa Indonesia akan menyongsong industri generasi keempat, dimana semua akan menggunakan peralatan-peralatan digital yang bisa langsung terkoneksi oleh internet.

“Itu sesuatu yang belum biasa di Indonesia, dimana kita harus mengantisipasi terkait perangkat hukumnya. Coba bayangkan bagaimana dampaknya untuk generasi yang akan datang, dimana internet pasti akan jauh lebih pesat perkembangannya,” terangnya.

Politisi Golkar ini juga menegaskan, kebocoran ini patut ditelusuri, terlebih sebelumnya terjadi peristiwa kebocoran data NIK dan Nomor KK terkait pendaftaran kartu seluler pribadi.

Ia mendorong dan mendukung sepenuhnya Panitia Kerja (Panja) RUU Data Pribadi yang sudah dibentuk.

“RUU Data Pribadi itu sangat penting demi keamanan masyarakat, terlebih teknologi akan semakin maju,” ucapnya.

Satya berharap, masyarakat lebih waspada soal data pribadi mereka, mana yang harus ditampilkan dan mana yang tidak.

“Misal seperti halnya jika kita membuat Facebook yang harus mencantumkan tanggal lahir, nama orang tua dan lain sebagainya. Kan tidak serta merta kita harus mencantumkan sesuai dengan sebenarnya. Harus dipilah. Kalau nama mungkin kita bisa mencantumkan yang sebenarnya jika tujuan membuat Facebook itu untuk menjalin tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat dan teman,” pungkasnya.

Diketahui, sebanyak satu juta pengguna Facebook di Indonesia diduga mengalami kebocoran data. Cambridge Analytica disebut-sebut sebagai ‘pencuri’ sata-data yang berada di Facebook, termasuk data pengguna Facebook di Indonesia.

Previous articlePrabowo Jangan Galau Maju Nyapres
Next articlePemerintah Ingin Memanfaatkan Peluang Guna Menjaring Wisatawan Lokal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here