Manggis Ditargetkan Akan Ekspor 20 Ribu Ton Secara langsung Ke Cina

Balai Karantina Kelas I Denpasar saat memperlihatkan buah manggis kepada awak media.

Jakarta, PONTAS.ID – Peluang ekspor manggis ke China membuat Petani di sentra manggis di seluruh Indonesia terus di edukasi. Badan Karantina Pertanian terus memaksimalkan peluang ini untuk mengakselerasi ekspornya dan melakukan pendampingan kepada petani agar memenuhi persyaratan teknis yang diminta pemerintah China.

Petani manggis di Propinsi Bali menjadi salah satunya yang menjadi fokus pendampingan. Dengan potensi produksi yang tinggi, pemerintah membantu mereka menjaga kualitasnya.

“Kami bantu kawal melalui pengawasan in line inspection kepada petani dan eksportir, sehingga kualitas terjaga dan proses pemeriksaan karantina di tempat pengeluaran ekspor menjadi lebih cepat, efektif dan efisien” jelas Kepala Balai Karantina Kelas I Denpasar Putu Terunanegara, melalui keterangan tertulis Humas Krantina kepada PONTAS.id, Kamis (5/4/2018).

Menurut Teruna, Setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu dipenuhi untuk menjaga kualitas manggis, diantaranya tampilan fisik, bebas dari kutu putih dan semut. Hingga saat ini baru satu perusahaan produsen manggis yang ada di Bali yang sudah teregistrasi dan dapat melakukan ekspor langsung ke China.

“Registrasi ini memberi mereka kesempatan besar ekspor langsung ke China”, terang Teruna. Lebih lanjut Teruna menambahkan, bila 4 tahun terakhir kita masuk pasar China melalui negara ketiga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam, kini dengan disepakatinya protokol ekspor langsung ke China, maka petani bisa meraih keuntungan maksimal penjualan manggisnya.

“Ini luar biasa membahagiakan petani manggis. Kini mereka lebih bergairah dan menjaga betul kualitas manggisnya”, tegas Teruna.

Karantina Pertanian Denpasar berharap nantinya Bali mampu menyumbang volume ekspor manggis yang tinggi. Pemerintah menargetkan 20 ribu ton manggis ke China secara langsung.

“Hari ini akan dikirim 7.2 ton manggis ke China, menyusul ekspor yang sudah beberapa hari lalu. Kami optimis kita bisa konsisten menyuplai manggis ini”, tambahnya.

Manggis asal Bali sejak Januari 2018 hingga hari ini telah terkirim ke China dan Thailand dengan volume lebih dari 49 ton melalui bandara Ngurah Rai. Data ekspor manggis secara nasional saat ini telah lebih dari 10.000 ton.

Editor: Idul HM

Previous articleKhofifah Janjikan Perbaikan Pasar Tradisional di Jatim
Next articleMasyarakat Diajak Maafkan Sukmawati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here