Jokowi Sindir Airlangga Hartanto Terkait Tanggal Peluncuran Industri 4.0

Presiden Joko Widodo pada acara Industrial Summit 2018 dan Peluncuran Making Indonesia 4.0 di Jakata, Rabu (4/4/2018).

Jakarta, PONTAS.ID -Presiden Jokowi meresmikan secara langsung Peluncuran Making Indonesia 4.0 dan Pembukaan Indonesia Industrial Summit 2018 didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Pada kesempatan tersebut, Menperin juga sempat menyerahkan Roadmap Making Indonesia 4.0 kepada Presiden.

Namun ada hal yang cukup  menarik perhatiaan para tamu undangan dan juga para awak media dalam sambutan Presiden jokowi, ia menyindir tanggal 4 bulan 4(maret) yang terkait erat dengan penyelenggaraan acara ini. Pada awal sambutan.

Sebab, selain revolusi industri ke-4, hari ini juga bertepatan pada tanggal 4 dan bulan 4 atau April. Secara kebetulan, 4 juga merupakan nomor urut Partai Golkar dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga merupakan ketua umum di partai tersebut.

“Tadi disampaikan Pak Menperin, tanggal 4 bulan 4, ada Making Indonesia 4.0. Ada 4-nya lagi. Ngerti semuanya kan? Saya tadi masih belum tanggap, setelah mikir baru tertawa saya tadi juga,” ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/4).

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, acara tersebut bukan sengaja diselenggarakan pada 4 April ini. Namun demikian, dia berharap dengan peluncuran roadmap Making Indonesia 4.0 bisa menjadi pedoman bagi industri di Tanah Air dalam menghadapi revolusi industri ke-4.

“Bukan kebetulan hari ini dilaksanakan pada tanggal 4 bulan 4. Kita sebut patpatgulipat, siapa cepat dia dapat,” tandas Airlangga.

Kemenperin menginisiasi penyusunan peta jalan Industri 4.0 ini berdasarkan arahan Presiden Jokowi yang tak henti-hentinya berkampanye ke segala penjuru Tanah Air, baik itu dalam rapat kabinet, forum bisnis, maupun temu masyarakat, yang menekankan pentingnya Indonesia untuk bersiap diri dalam menghadapi revolusi industri keempat.

“Dengan penuh kepercayaan diri, Bapak Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam meloncat ke dalam era baru ini. Untuk itu, dalam proses penyusunanannya, kami juga berdiskusi dengan banyak pihak seperti Fraunhofer, JICA, JETRO, dan secara khusus dengan AT Kearney,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Menperin, pihaknya pun juga mengikuti saran Presiden untuk melakukan diskusi dan pendekatan-pendekatan dengan negara-negara yang telah menjadi mitra utama Indonesia. Misalnya, Jepang, Singapura dan China untuk berbicara dengan pelaku bisnis di sana agar mendapat masukan mengenai implementasi Industri 4.0.

“Secara khusus, kami juga mengikuti kegiatan internasional seperti World Economic Forum. Dan, Alhamdulillah, mereka semua menyambut positif mengenai inisiatif ini, bahkan mereka meminta Indonesia dapat berbicara di World Economic Forum ASEAN akhir tahun ini,” paparnya.

Menperin pun memastikan, implementasi Industri 4.0 akan dapat mentransformasi ekonomi Indonesia ke arah yang lebih maju. “Karena digital ekonomi membuat yang belum bankable menjadi punya akses terhadap pembiayaan, usaha-usaha mikro, kecil, menengah sehingga akan mampu memperluas akses pasarnya dengan memanfaatkan marketplace,” ungkapanya.

Jelang akhir laporannya, Menperin sempat memberi pantun, “Kami mohon berkenan Bapak Presiden untuk menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Indonesia Industrial Summit Tahun 2018. Bukan kebetulan, hari ini dilaksanakan pada tanggal 4, bulan 4. Kita sebut pat-pat gulipat, siapa cepat dia dapat,” katanya.

Mendengar pantun Airangga, para tamu yang hadir bertepuk tangan dan tertawa, termasuk Jokowi yang duduk di barisan paling depan menghadap Airlangga juga tertawa. Sementara itu, dalam sambutannya, Jokowi menyinggung soal angka empat yang disebut-sebut Airlangga. Jokowi pun mempersilakan hadirin memaknai sendiri pantun Airlangga tersebut.

 

Editor: Idul HM

 

Previous articleKetua DPR Sebut Usul Cuti Kampanye Presiden Mengada-ada
Next articleKomisi IX Bakal Perkuat Kewenangan BPOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here